Pada Minggu malam (27/9) lalu, Aceng beserta sedikitnya 10 orang keluarganya tak mampu membendung kesedihan. Mereka kaget bukan kepalang lantaran anggota keluarga menjadi korban meninggal dalam musibah di tanah suci. Aceng merupakan ayah kandung Erik.
"Pemerintah membacakan satu persatu korban meninggal. Saat membacakan nomor enam, nama Neneng disebut, lalu nomor tujuh Erik. Kami yang sedang berkumpul langsung menjerit-jerit. Semua menangis," kata Aceng di rumah duka, Jalan Kerkhof No.168 A, RT 06 RW 09, Kelurahan Leuwi Gajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (29/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pihak KBIH Persis memastikan juga kalau Erik dan Neneng meninggal," ucap Aceng.
Suara histeris di lantai satu itu mengundang perhatian ketiga anak Erik dan Neneng yaitu Reykhan Ikhsan Suryaman (13), Fikri Taufiqurahman Suryaman (10) dan Rafi Rizqillah Suryaman (6). "Saya lagi di lantai dua. Dengar jeritan di bawah, ya langsung turun. Saya sempat bingung, semuanya menangis," ucap Reykhan.
Setelah dijelaskan oleh kakek dan pamannya, tubuh Reykhan lemas. Bocah kelas dua SMPN 2 Cimahi tak kuasn menahan laju air mata. Kini ketiga anak pria itu yatim piatu.
Di mata keluarga dan kerabat, Erik dan Neneng sosok baik dan penolong. Pasutri tersebut baru kali pertama menunaikan ibadah haji. Sehari sebelum tragedi Mina, Erik sempat mengirimkan pesan singkat via telepon genggam kepada kakaknya di Cimahi. Isinya meminta keluarga besar turut mendokan Erik dan Neneng yang siap melaksanakan rangkaian kegiatan ibadah haji.
"Terakhir komunikasi seperti itu. Kami membalas SMS agar Erik dan Neneng tetap tenang beribadah," ucap Aceng.
Namun kini Erik dan Neneng tenang selamanya di tanah suci. Pihak keluarga sudah mengikhlaskan jasad keduanya dimakamkan di Makkah.
(bbn/ern)










































