Kasat Reskrim Polres Aceh Besar, AKP Machfud, mengatakan, pihaknya akan melakukan sejumlah tindakan untuk mengusut kasus tersebut. Setelah menerima laporan, polisi akan memanggil saksi dan berkoordinasi dengan Komnas PA.
"Kita juga berkoordinasi dengan instansi terkait dan kita gelar perkara awal," kata Machfud kepada detikcom, Selasa (29/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejumlah pihak juga akan kita mintai keterangan," kata Yulizar kepada wartawan, Senin (28/9) kemarin.
Seperti diketahui, Nurul Fatimah (11) diduga dikeroyok oleh empat siswa laki-laki pada Rabu (16/9) lalu. Usai kejadian, ia mengeluh sakit di sekujur tubuh. Hasil rontgen memperlihatkan paru-paru Nurul bermasalah.
Selama dirawat di Satelit Indrapuri, Aceh Besar, Nurul sempat mengeluarkan dahak darah dan buang air besar juga keluar cairan darah. Karena kondisi memprihatinkan, dokter kemudian merujuk Nurul ke Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh.
Tak lama berada di RSUZA, anak bungsu pasangan Syamsuddin dan Suriyati itu menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (26/9/2015) malam.Β (try/try)











































