Bareskrim Ungkap Modus Perdagangan Orang ke Timur Tengah

Bareskrim Ungkap Modus Perdagangan Orang ke Timur Tengah

Idham Kholid - detikNews
Selasa, 29 Sep 2015 12:53 WIB
Bareskrim Ungkap Modus Perdagangan Orang ke Timur Tengah
Foto: Hasan Al Habsy
Jakarta - Moratorium buruh migran ke Timur Tengah rupanya menjadi celah para pelaku perdagangan manusia untuk mengirimkan para calon pekerja ke sana. Beragam cara ditempuh, salah satunya dengan memalsukan dokumen ketenagakerjaan para buruh migran, juga memetakan rute pemberangkatan.

Modus tersebut terkuak dalam pengungkapan praktik perdagangan orang oleh Subdit III Tindak Pidana Umum, Minggu (27/9/2015) dini hari lalu, di Jati Sampurna, Bekasi. Pengungkapan ini terkait laporan salah satu buruh migran yang bekerja di Kairo yang juga korban perkosaan.
Β 
"Jadi sejak moratorium dengan beberapa negara-negara Timur Tengah, jalur pemberangkatan TKI via Malaysia baru ke Timur Tengah," kata Kasubdit III Kombes Umar Surya Fana, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (29/9/2015).

Celah bebas visa ke Malaysia rupanya dijadikan para pelaku sebagai pintu pemberangkatan para korban perdagangan orang ke negara-negara tujuan di Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain melalui jalur udara untuk menuju ke Malaysia, para korban trafficking juga diberangkatkan melalui jalur laut. Rute yang ditempuh adalah melalui pelabuhan internasional di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

"Dari Malaysia mereka akan menggunakan visa wisata, bukan izin bekerja," kata mantan Kapolres Garut itu.

Disinggung mengenai jumlah kejahatan perdagangan orang, khususnya ke Timur Tengah, di tengah moratorium pemerintah, Umar tidak mengetahui jumlah pasti. Diakuinya pengiriman buruh migran ke Timur Tengah, tetap berlangsung meski terjadi penurunan.

"Memang ada penurunan kedatangan TKI, tapi harusnya sudah zero penerimaan," beber Umar.

Sebelumnya, tiga tersangka yang tertangkap itu masing-masing berinisial CC, I dan A. Kasus ini bermula dari adanya laporan korban berinisial GL yang melapor ke Bareskrim. GL juga menjadi korban perkosaan di Kairo.

Polisi yang melakukan pengembangan berhasil menemukan14 korban lainnya di Malaysia. Ke-14 korban berhasil diselamatkan dan saat ini ditampung di KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia. (idh/dhn)


Berita Terkait