Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Makassar Bakar Ban Malam-malam
Selasa, 01 Mar 2005 00:17 WIB
Makassar - Mahasiswa Makassar menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan menggelar unjuk rasa, Senin (28/03/2004) malam. Aksi digelar di sejumlah titik di Makassar. Ada yang bakar ban, ada pula yang baca surah yasin, sebagai simbol kematian rakyat kecil karena terhimpit biaya hidup yang kian tinggi.Pembakaran setumpuk ban terjadi di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jl Andi Pettarani, Makassar. Para mahasiswa membakar tumpukan ban ini, sambil menunggu penetapan kenaikan harga BBM. Selain membakar ban, para mahasiswa juga melakukan orasi secara bergantian.Di Universitas Islam Makassar (UIM), pula terjadi aksi yang sama. Para mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM ini tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Bedanya, mereka malah menggelar tahlilan dan membaca surah yasin. "Ini tanda bahwa kami berduka dan memperingati kematian rakyat yang semakin terhimpit biaya hidup karena BBM naik dan harga membumbung," ujar Halil, salah seorang mahasiswa. Akibat aksi ini, terjadi kemacetan di sekitar Jl Perintis Kemerdekaan.Aksi penolakan terjadi juga di IAIN Alauddin, para mahasiswa selain membentangkan spanduk, juga menggelar orasi di tengah jalan. Dalam salah satu spanduknya berbunyi "SBY tak mendengar suara rakyat".Sementara itu, antrian di sejumlah SPBU di Makassar juga terjadi. Antrian ini mulai terjadi sejak sore pukul 18.00 wita. Antrian yang cukup padat terjadi di beberapa SPBU diantaranya; 2 SPBU di JL A.Pettarani, dan 3 SPBU di Jl Perintis kemerdekaan. Namun mencapai puncak antrian pada pukul 21.00 wita. Di sejumlah SPBU di Makassar, juga dijaga ketat oleh sejumlah aparat kepolisian.
(gtp/)











































