"Bahwa kita rencanakan ajak Bapak Presiden Joko Widodo untuk launching kampung KB. Jadi ini merupakan pilot project. Nantinya akan ada rumah sehat di mana ibu-ibu kembangkan bina keluarga, remaja dan lansia," ujar Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2015).
Surya berpendapat bahwa kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan lewat pembinaan keluarga. Lewat keluarga pula program Revolusi Mental dapat lebih efektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan awali dengan kampung-kampung nelayan di Cirebon," kata Surya.
Jika dahulu KB identik dengan jargon '2 Anak Cukup', maka kini akan ditambah menjadi '2 Anak Cukup, Keluarga Sejahtera'. Menurut Surya, kuantitas memang harus ditekan tetapi yang utama adalah meningkatkan kualitas.
"Rasio saat ini memang 2,6 artinya satu keluarga bisa tiga anak. Tetapi yang penting adalah bagaimana pembinaan keluarga itu. Kecenderungan yang ada sekarang ini pertumbuhan penduduk tetap tinggi, tetapi kualitas tak ditingkatkan. Ke depan memang kita targetkan rasionya menjadi 2,2 atau bahkan 2,1," ujar Surya.
Masalah pendidikan disebut faktor yang signifikan mendorong pertumbuhan penduduk. Menurut Surya, jika seorang perempuan berpendidikan tinggi maka cenderung akan lebih memikirkan pertumbuhan anak.
"Dia akan berpikir bahwa dengan memiliki banyak anak maka biaya akan bertambah. Maka itu dia akan membatasi jumlah tetapi memberikan yang terbaik untuk anaknya," tutur Surya. (bag/dhn)










































