Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat ini memang masih berada di Arab Saudi atas undangan Raja Salman. Sebelumnya, Novanto dan Fadli juga melakukan perjalanan dinas ke Amerika Serikat.
"Kepergian Pak Novanto, Pak Fadli, dan Pak Fahri tidak mengganggu jalannya DPR. DPR tetap berjalan karena ada saya dan Pak Taufik Kurniawan," kata Wakil Ketua DPR Agus Hermanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rapat paripurna tetap sah kalau dipimpin 2 pimpinan. Tidak masalah. Tapi memang tidak ada jadwal paripurna," ujar politikus Partai Demokrat ini.
Tugas-tugas pimpinan pun tetap dijalankan oleh Agus dan Taufik yang 'menjaga' DPR seperti menerima tamu dan menandatangani keputusan pergantian antar waktu (PAW) anggota. Dari nama-nama yang PAW-nya diteken Agus, tidak ada yang berasal dari F-PDIP.
"Gak tahu secara persis (ada PDIP atau tidak). Yang kmrn saya tanda tangan untuk dari PKS dan PAN. Bisa saja (yang PDIP) ditanda tangani oleh Pak Taufik, kan pimpinan ada dua," ucap Agus.
Sebelumnya, Masinton menyebut bila delegasi sering ke luar negeri, maka berpengaruh terhadap pembahasan legislasi dan pemilihan-pemilihan yang menjadi tertunda. Salah satunya pembahasan calon pimpinan (capim) KPK yang semestinya bisa diproses lebih cepat dengan melakukan paripurna terlebih dulu.
"DPR sering ke luar negeri. Jadi, kinerja DPR itu memble. Jadi, kalau dimarahi rakyat jadi wajar-wajar saja," kata Masinton di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2015). (imk/tor)











































