OC Kaligis Berang NasDem dan Paloh Disebut, Gary: Ada Sadapan Evy

Ferdinan - detikNews
Selasa, 29 Sep 2015 01:18 WIB
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Otto Cornelis Kaligis berang kepada bekas anak buahnya M Yagari Bhastary soal adanya penyebutan sejumlah nama saat proses pemeriksaan di KPK. Kaligis marah karena Gary dianggap sengaja mengaitkan nama tertentu untuk terseret dalam perkara hukumnya.

"Rahasia mesti kau simpen, mengapa di BAP kau bilang mengenai partai? Apa hubungannya? Kau bicara mengenai SP yang nggak pernah tahu, kau bicara mengenai apa itu? Kau nggak sadar kalau kau ngomong Surya Paloh?" kata Kaligis saat mencecar Gary dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (28/9/2015) malam.

"Itu kan komunikasinya Bu Evy," jawab Gary.

Kaligis lantas kembali mencecar Gary. "Di dalam BAP itu ada, kenapa? Apa perlunya? Kamu jadi saksi untuk saya. Dia lari kemana-mana Yang Mulia," sambungnya.

"Saya cuma mau katakan kalau sumpah jabatan itu kalau nggak ada relevansinya nggak boleh dibuka di depan umum Yang Mulia. Dia mau jadi justice collaborator katanya mau buka semua rahasia saya," sindir Kaligis dalam persidangan.

Gary membantah sengaja menyebut sejumlah nama dalam berita acara pemeriksaan (BAP). "Nggak, saya nggak pernah bilang gitu Prof. Nggak pernah saya bilang begitu, tanya sama tim penyidik. Ngga pernah saya bilang begitu, saya mau buka buka. Saya hanya ngomong soal fakta aja, kalau mengenai fakta saya ngomong," timpal Gary.

"Itu sadapan Bu Evy ke saya kalau Bu Evy itu cerita...Jadi gini Bu Evy cerita...tapi ada sadapannya Prof," kata Gary.

Namun Majelis Hakim yang diketuai Sumpeno menengahi perdebatan Gary dengan Kaligis. Hakim Sumpeno meminta Kaligis bertanya ke Gary mengenai materi dakwaan. Dalam sidang tidak terkuak pembicaraan apa yang dikomunikasikan Evy dengan Gary sehingga membuat Kaligis marah.

Sebelum sidang dimulai Kaligis saat diwawancarai wartawan membenarkan adanya pertemuan antara dirinya, Gubernur Sumut nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Wagub Sumut, Tengku Erry Nuradi dengan petinggi Partai NasDem. Tapi Kaligis menyebut pertemuan itu hanya islah antara Gatot dengan Erry Nuradi yang juga Ketua DPW NasDem Sumut.

"Saya kan ketua mahkamah (Mahkamah Partai NasDem). Pada saat itu anggota saya, wagub (Erry Nuradi) diminta sama si Gatot untuk islah, karena dia khawatir wakilnya sudah bikin manuver tanggal 17 Agustus akan jadi instruktur upacara. Berhasil kok islah itu, duduk baik-baik. Cuma itu yang saya tahu," ujar Kaligis.

Kaligis menyebut islah itu tidak ada kaitannya dengan perkara hukum. Dia mengatakan Sekjen Partai NasDem, Patrice Rio Capella-yang sudah diperiksa KPK-tidak ada kaitan dengan perkara suap hakim dan panitera PTUN yang menyeret Kaligis sebagai terdakwa atau perkara lain.

"Saya sebagai ketua mahkamah tak pernah menodai partai ini sampai saya mengundurkan diri. Mengundurkan diri pilihan saya sendiri. Surya Paloh jauh dari itu apalagi Rio Capella. Rio Capella sama sekali nggak ada kaitannya dengan perkara saya," sambungnya.

Mahkamah Partai NasDem menurut Kaligis memang punya kewenangan melakukan pertemuan antara Gatot dan Erry yang disebut sebagai islah. "Loh apa yang salah? saya sebagai ketua mahkamah. Kalau orang mau damai apa salahnya? Kebetulan Erry kan dari Nasdem juga dewan pimpinan wilayah. Bukan cuma Erry yang datang ke saya, semua orang datang ke kantor saya karena ketua mahkamah kan mendamaikan," tuturnya.

"Yang saya dengar memang islah. Habis itu pertemuan sekali lagi saya nggak ikuti, tapi sama sekali nggak ada hubungannya sama perkara," tegas Kaligis.

Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja menyebut pihaknya tengah menelaah adanya pertemuan Gatot, Evy dengan petinggi NasDem. Adnan tidak menjelaskan siapa saja petinggi NasDem yang hadir dalam pertemuan tersebut. Namun KPK membuka kemungkinan untuk memanggil setiap pihak yang terlibat.

"Pasti ada klarifikasi supaya kita tidak salah mengambil keputusan dan akan ada fairness. Jadi semua akan diklarifikasi," jelas Adnan.

Sekjen NasDem Patrice Rio Capella sempat diminta keterangan oleh penyidik KPK terkait dugaan kasus suap hakim PTUN Medan pada 23 September 2015 lalu. Dua hari kemudian, giliran Evy Susanti yang diperiksa. Saat ditanya mengenai aliran dana ke Patrice, jawaban Evy mengambang.

"Ada soal aliran dana ya bu?" tanya wartawan.

"Iya kali," jawab Evy, Jumat (25/9). (fdn/elz)