Bantah PPIH Lamban Tangani Tragedi Mina, Ini Penjelasan Menag

Tragedi Mina

Bantah PPIH Lamban Tangani Tragedi Mina, Ini Penjelasan Menag

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 29 Sep 2015 00:49 WIB
Bantah PPIH Lamban Tangani Tragedi Mina, Ini Penjelasan Menag
Foto: Gagah Wijoseno
Mina - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menepis kesan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi lamban menangani tragedi Mina. Dia pun menjelaskan secara detail upaya penanganan yang telah dilakukan.

Dalam presentasinya, Lukman menjelaskan, sejak hari pertama terjadinya peristiwa, PPIH telah bergerak cepat dalam melakukan upaya strategis penanganan masalah. Hal itu ditandai dengan membentuk layanan hotline (+966 543603154) sebagai sarana komunikasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui keberadaan keluarganya di Tanah Suci.

Selanjutnya, PPIH menyusun tim investigasi korban. Tim ini bertugas melacak dan menelusuri keberadaan jamaah haji Indonesia di maktab/pemondokan, jamaah yang sakit di rumah sakit, serta jamaah yang wafat di rumah sakit dan tempat Majma' Thawari bil-Mu'aishim (tempat pemulasaraan jenazah). Bahkan, dia turun ke lapangan untuk turut memastikan tim ini bekerja secara optimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari itu, kehadiran Menag Lukman juga berhasil bernegosiasi dengan pihak Muaishim. Sehingga tim PPIH memperoleh kemudahan akses dalam proses identifikasi jenazah.
 
Langkah ini diperkuat  tim komunikasi yang berhubungan dengan pihak terkait, terutama pemerintah Arab Saudi, muassasah, dan kepolisian. "Tim komunikasi ini penting guna mengupayakan dimudahkannya akses terhadap identifikasi jenazah pada kesempatan yang pertama. Maklum, Arab Saudi memiliki budaya dan sistem yang berbeda dengan Indonesia," kata Lukman dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (29/9/2015).

Menurut Lukman, memang tidak mudah mengakses tempat pemulasaraan jenazah karena pihak Saudi saat itu masih berkonsentrasi pada proses evakuasi. Akses bagi tim PPIH baru diperoleh pada Jumat, 25 September 2015 pukul 23.00 WAS.

"Itulah kali pertama tim kami bisa mendapatkan akses untuk bisa langsung mengidentifikasi sejumlah jasad jenazah korban. Sejak saat itulah akses terbuka dan secara intensif kami bisa mendapatkan korban yang itu adalah jamaah Indonesia," tutur Menag.

Di Muaishim, lanjut Lukman, tim PPIH melakukan identifikasi jenazah melalui tiga tahap, yaitu: Pertama, mencocokkan foto yang dirilis oleh pihak Muashim dengan data Siskohat dan E-Hajj. Hingga malam ketiga, terdapat sekurangnya 1.107 foto yang dirilis.

Bila tidak ada kesesuaian data, tim mengecek tanda-tanda identitas dan benda lain yang identik dengan jamaah haji Indonesia. Misalnya, gelang identitas, gelang maktab,tas paspor, aksesoris, pakaian, dan sebagainya. "Jika dengan upaya ini masih ragu, maka tim PPIH Arab Saudi melakukan langkah ketiga dengan langsung melakukan cek fisik jenazah," tambahnya.

Dari serangkaian proses itu, Tim PPIH berhasil mengidentifikasi 45 jenazah dengan rincian 41 jenazah jamaah haji Indonesia dan empat jenazah mukimin—Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Arab Saudi.
 
Menag menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia sementara ini fokus  pada upaya  pencarian  jamaah yang belum kembali ke maktabnya dan melanjutkan identifikasi jenazah. "Setelah ini, barulah kita akan melakukan evaluasi sehingga peristiwa ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berarti dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji ke depan," imbuh Lukman. (bar/hri)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini