Hal tersebut diungkapkan Sutiyoso usai rapat dengan Komisi I DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2015).
"Jujur saja, begitu banyak uang yang kita suntikkan ke Papua jumlahnya banyak. Andai kata rakyat disuruh mengantri bagi duit, maka sudah sejahtera. Tapi begitu kita salurkan melalui birokrat kenapa kok menjadi kayak begini?" kata Sutiyoso.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi tidak berarti kita akan membiarkan separatis. Mereka walau berpakaian sipil adalah orang bersenjata yang bisa membunuh siapa saja. Kita akan tegas saja," ujar Sutiyoso.
Pendekatan damai akan dilakukan dengan melakukan persuasi kepada kaum-kaum separatis agar setia ke NKRI. Solusi pokoknya adalah soal kesejahteraan.
"Membangun di sana mensejahterakan masyarakat," kata Sutiyoso.
Cara agar kesejahteraan dirasakan masyarakat, menurut Sutiyoso, adalah mengkoordinasikan pemimpin setempat untuk memajukan daerah. Pembangunan dilaksanakan sesuai rencana pemerintah.
"Jadi di sana itu kan banyak aparat, melihat sesuatu yang nggak benar, satgas ini akan. ngomong sama bupati, pendeta, gubernur, untuk melakukan pembangunan dengan target yang sudah direncanakan pemerintah," kata dia. (dnu/hri)










































