Risma dan mantan wakilnya Whisnu Sakti Buana menuju Balai Pemuda yang berjarak sekitar 200 meter dari Grahadi. Pendukung yang mayoritas para perempuan histeris saat ditemui Risma dan Whisnu.
(Foto: Budi Sugiharto/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Foto: Budi Sugiharto/detikcom) |
"Saya juga minta maaf kepada PKL yang mungkin marah karena saya dianggap kasar dalam penataan kota. Tapi Surabaya bisa kayak sekarang karena juga sampean nurut dan ikut jaga. Matur nuwun sanget (terima kasih banyak), " kata Risma.
(Foto: Budi Sugiharto/detikcom) |
Yang menarik, saat meninggalkan Grahadi itu di punggung Risma nangkring tas ransel warna hitam. Setelah bukan walikota, Risma juga menolak menggunakan fasilitas negara termasuk ajudan yang biasa mengawalnya.
(Foto: Budi Sugiharto/detikcom) |
"Selamat jalan bu, kami tunggu ibu lagi di balai kota. Never Say Goodbye," teriak Indah kepada Risma sebelum Innova yang ditumpanginya melesat meninggalkan Balai Pemuda. Dari balik jendela mobil, Risma melambaikan tangan. (gik/try)











































(Foto: Budi Sugiharto/detikcom)
(Foto: Budi Sugiharto/detikcom)
(Foto: Budi Sugiharto/detikcom)
(Foto: Budi Sugiharto/detikcom)