Suasana duka menyelimuti kediaman Eti di Jalan Cihanjuang, Gang Nio, RT 1 RW 10, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat, Senin siang (28/9/2015). Satu papan bunga sebagai tanda belasungkawa dari Direktorat PSMA Subdit Pembelajaran Kemendikbud hadir di halaman rumah satu lantai ini.
Nama perempuan berprofesi guru mata pelajaran seni dan budaya di SMPN 6 Cimahi itu masuk daftar korban wafat yang dirilis Kementerian Agama RI. Eti meninggalkan dua anak perempuan yaitu Anaknya Anida Yusronita (22) dan Agna Fajriah Yusron (15). Eti bersama suaminya, Otong Bastaman (50), berangkat ke tanah suci untuk kali pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa jam berlalu, tiba-tiba saja kepanikan melanda keluarga Otong dan Eti di Indonesia setelah media massa memberitakan insiden Mina yang banyak merenggut nyawa jemaah haji dari berbagai negara. Keluarga berupaya menghubungi langsung pasangan suami istri tersebut.
"Kami coba menelepon, tapi tidak diangkat. Padahal nada sambungnya aktif," kata Aceng yang sengaja datang dari Ciamis ke rumah duka.
Simpang siur soal nasib Eti dan Otong seketika menyergap benak keluarga. Kecemasan pun tak terbendung. Hingga akhirnya pihak pemerintah memastikan Eti salah satu jemaat yang wafat dalam tragedi Mina.
"Kemarin (Minggu) malam, tiga petugas Kementerian Agama Kota Cimahi datang ke rumah ini. Mereka menyampaikan bahwa Eti menjadi korban di Mina," ucap Aceng.
Menurut Aceng, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kejadian menimpa Eti di tanah suci. Namun kini, sambung dia, keluarga merasa belum tenang lantaran menunggu kepastian nasib Otong.
"Semoga cepat ada kabar keberadaan Otong," kata Aceng.
Otong dan Eti menunaikan ibadah haji bersama rombongan KBIH Persis. Berdasarkan versi KBIH Persis, Otong salah satu jemaah dari 31 orang yang masuk daftar lost contact. (bbn/ern)











































