"Kalau menurut saya nggak usah gengsi," kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmadi Noor Supit di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2015).
Saat ini, Indonesia dinilainya mempunyai anggaran minim untuk menanggulangi bencana. Menurut Ketua Badan Anggaran DPR ini, anggaran tersedot untuk penanggulangan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota DPR dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan ini menjabarkan anggaran penanggulangan bencana Indonesia relatif kecil. Ditambah lagi, bentang wilayah Indonesia sangat luas. Alat-alat canggihpun minim.
"Kalau Singapura, Malaysia, mereka mestinya ikut berpartisipasi dong, mereka kan punya alat-alat yang canggih juga. Mereka kalau ingin itu (asap hilang) ya sama-sama dong (memadamkan), namanya bencana, yang namanya bencana itu seluruh dunia mengharuskan untuk ikut berpartisipasi," tutur Supit.
Bukan berarti Indonesia harus mengemis bantuan untuk memadamkan api dan asap ke negara tetangga. Lebih tepat, Indonesia tak perlu menolak bantuan yang datang dari negara tetangga.
"Jadi kenapa tidak negara tetangga kita yang terkena dampak asap dan juga memberikan bantuannya maksimal di Indonesia," kata Supit. (dnu/tor)











































