Musim kemarau yang berkepanjang mengakibatkan kekeringan, salah satunya di desa Tarik Kolot, Taringgul, Tangkolo, Unggal Kampung, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Akibatnya sumur sebagain besar warga pun kering. Hal ini membuat warga terpaksa mencuci pakaian dan mandi di kali Citeureup yang airnya berwarna keruh akibat tercemar limbah pabrik.
foto: Grandyos Zafna/detikcom |
"Sudah 3 bulan saya mencuci di kali ini," ucap Khodijah (60) warga Bojong Engsel, Citeureup, Minggu (27/9).
"Selain nyuci, saya juga pernah memandikan cucu saya di sini pas airnya lagi keruh banget. eh, pas abis mandi malah banyak binatang kecil di rambut cucu saya," tambahnya.
foto: Grandyos Zafna/detikcom |
Senada dengan Khodijah, Siti Marsitoh (34) yang juga warga Kampung Bojong Engsel menyatakan hal yang sama. Kali Citeureup warnanya sering berubah. Terkadang sungai warnanya bisa jadi hitam, mirip air comberan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(zaf/dra)












































foto: Grandyos Zafna/detikcom
foto: Grandyos Zafna/detikcom