"Berlebihan. Kalau mau kontrol politik dari penjara, dia (Wawan) bagaimana caranya?" tanggap Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR, Johnny G Plate, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/9/2015).
Pemindahan Wawan ke Rutan Serang dilakukan untuk mempermudah jarak ke persidangan soal dugaan korupsi alat kesehatan. Pindahnya Wawan bukan untuk mempermudah kemenangan calon kepala daerah Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang notabene adalah calon yang diusung NasDem, sekaligus juga istri Wawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Wawan tak akan bisa mengontrol politik dari balik tembok penjara. Lain halnya bila seorang narapidana yang mengontrol jaringan peredaran narkoba dari balik jeruji besi.
"Kalau politik Pilkada, jaringan apa di sana? Nggak ada," tepisnya.
Menurutnya, publik tak usah membuang waktu dengan memusatkan perhatian ke hal yang terlalu jauh dari fakta. Lebih baik, semua pihak mengawal kesuksesan Pilkada yang digelar pihak penyelenggara pemilu.
"Hasilkan pemimpin yang paling bagus di Tangsel! Yang menurut NasDem adalah Airin pilihannya, bukan Wawan," tandasnya.
Sebelumnya, anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra Wihadi Wiyanto menyebut pemindahan Wawan kental muatan politis. Wihadi mengaitkan pemindahan Wawan ke Serang dengan dukungan NasDem untuk calon wali kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, yang merupakan istri Wawan. Seperti diketahui Jaksa Agung M Prasetyo berlatar belakang politikus NasDem.
"Selain istri dari Wawan maju di Pilkada Tangsel, keluarga yang lain kan juga maju di wilayah Banten. Ratu Tatu maju di Pilkada Serang," kata Wihadi kepada wartawan, Senin (28/9/2015).
Wihadi merujuk durasi pemindahan Wawan ke Rutan Serang yang hanya 4 bulan untuk memperkuat argumentasinya. Entah kebetulan atau tidak, tapi memang jika dicocokkan dengan waktu pelaksanaan pilkada, durasi pemindahan Wawan dekat dengan hari pemilihan pada 9 Desember 2015.
"Kenapa dipatok hanya 4 bulan? Ini bukti bahwa pemindahan ini sarat kepentingan politik. Kalau memang ada kasus terkait, kenapa tidak dibawa saja. Gayus bisa dibawa ke Jakarta untuk sidang cerai di Pengadilan Agama, Akil Mochtar juga bisa dibawa ke Jakarta dari Sukamiskin, kenapa Wawan sampai dipindahkan?" ulasnya lebih jauh.
Menurut Wihadi, selama ini Wawan memiliki peran penting dalam kemenangan-kemenangan keluarga Atut di pilkada di wilayah Banten. Wawan dianggapnya sebagai orang yang memikirkan jalan kemenangan bagi dinasti Atut.
"Kita tahulah selama ini bagaimana peran Wawan ini. Alasan yang diberikan oleh Kejagung sangat mengada-ada dan Kejagung sudah bermain politik praktis dan ini adalah prahara bagi sistem hukum Indonesia," pungkasnya. (dnu/tor)











































