"Tersangka dari awal memang merencanakan merampok di parkiran Mal Senayan City di Pos 4. Kenapa di situ karena dia tahu di situ ladang basah, banyak keluar-masuk kendaraan parkir," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/9/2015).
Ali sudah tahu di situ bisa menghasilkan uang. Ali memang bukan orang luar. Dia adalah bekas petugas parkir di Mal Senayan City, sehingga tahu seluk-beluk di parkiran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buddy mengatakan, tersangka pernah bekerja sebagai SPL (Staf Pelayanan Lapangan) selama 8 bulan di Mal Senayan City, Tanah Abang, Jakpus. Tersangka dipecat pihak managemen karena ketahuan menggelapkan uang parkiran.
"Tersangka bekerja dari tanggal 19 Juni 2013 sampai Maret 2014," ungkapnya.
Pada subuh itu, tersangka masuk ke Pos 4 parkiran basement 1 Mal Senayan City, melalui pintu keluar dengan cara melawan arus. Ia lalu menuju ke pos 4 dan menghampiri korban yang sedang bertugas.
"Awalnya pura-pura mau nukar uang Rp 100 ribu, tetapi kemudian korban ditodong pisau dari pintu petugas parkir. Saat itu pintunya terbuka," ujarnya.
Korban kemudian berontak dan berdiri. Tersangka langsung menghunuskan pisaunya ke punggung korban hingga akhirnya korban tewas di area parkir tersebut. (mei/spt)











































