Ali beralibi tengah berada di Gunung Sindur untuk berguru saat peristiwa pembunuhan berdarah itu terjadi. "Dia mengaku sedang berguru di Gunung Sindur, Bogor, sudah sejak 3 hari sebelum korban ditemukan tewas dibunuh," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti saat jumpa pers di kantornya, Senin (28/9/2015).
![]() |
Namun, polisi tidak mempercayai omongan tersangka. Polisi kemudian menelusuri bapak tua yang disebut-sebut sebagai guru spiritual tersangka.
"Setelah kita temukan guru spiritualnya ini tetapi gurunya ini mengaku tidak pernah bertemu dengan tersangka," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada apa ini, kok rame-rame ada apaan ini?," ucap Krishna menirukan tersangka.
Krishna mengatakan keterangan tersebut hanya alibi tersangka semata agar lolos dari jeratan hukum. Tetapi, tersangka tidak bisa mengelak lagi setelah polisi mengantongi bukti-bukti kuat atas pembunuhan tersebut.
Bukti yang tidak terbantahkan seperti bekas noda darah korban di helm tersangka, di celana dan jaketnya yang identik dengan darah korban. Tidak hanya itu, jejak sepatu pada bercak darah korban juga tidak dapat dibantah oleh tersangka.
![]() |
"Darah yang ada di helm dan di baju serta sepatu sudah kami itu cocokkan dengan darah korban. Mau dicuci seribu kali pun darah itu akan tetap menempel, kita punya alatnya," ujar Krishna.
Ali berbagi sedikit cerita tentang pengakuannya berguru di Gunung Sindur. "Itu sudah lama ada berapa tahun yang lalu. Saya cuma dimandiin saja biar keluar auranya," ujar Ali. (mei/aan)












































