M Askin, Hakim di MA yang Menolak Pencabutan Hak Politik Gubernur Riau

Andi Saputra - detikNews
Senin, 28 Sep 2015 12:38 WIB
Ilustrasi (ari/detikcom)
Jakarta - M Askin menolak hak politik Gubernur Riau Rusli Zainal dicabut. Menurut hakim ad hoc pada tingkat kasasi itu, hukum tidak boleh didasarkan pada rasa benci dan sentimen balas dendam.

M Askin juga menolak menjatuhkan putusan 14 tahun penjara kepada Rusli dengan alasan penjatuhan lamanya pidana bukan wewenang Mahkamah Agung (MA). Sehingga Rusli seharusnya dihukum 10 tahun penjara sesuai putusan Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru dalam perkara korupsi izin kehutanan dan PON. Hal ini terungkap dalam putusan kasasi yang dilansir di website MA pada 23 September 2015.

Berdasarkan berbagai putusan yang dikutip dari website MA, Senin (28/9/2015), dissenting opinion ini bukan pertama kali yang diajukan M Askin. Sebelumnya M Askin kerap berbeda pendapat dengan majelis lainnya dan memilih membebaskan terdakwa korupsi.

Berikut contoh kasus yang ditangani M Askin:

1. Nurus Samawati (25).

Bendahara UKP PNPM Kecamatan Pekat, Dompu, Nusa Tenggara Barat, ini dihadirkan ke pengadilan karena korupsi dana bantuan desa Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) pada 2006-2008. Berdasarkan temuan jaksa, Nurus memperkaya diri sendiri sebesar Rp 36 juta.

Pada 25 Agustus 2011, Pengadilan Negeri (PN) Dompu menjatuhkan hukuman 1 tahun kepada Nurus. Vonis ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Mataram pada 30 November 2011. Atas vonis ini, Nurus lalu mengajukan kasasi ke MA. M Askin yang mengadili Nurus menilai Nurus harus dibebaskan karena terdakwa telah mengembalikan dana Rp 37 juta ke kas UPK. Memang benar bahwa pengembalian dana tidak menghapus korupsi, tetapi dalam kasus ini Nurus mengembalikan dana sebelum ada penyidikan sehingga belum timbul delik pidana.

"Maka saat dilakukan penyidikan pada diri terdakwa tidak ada pidana yang terjadi karena terdakwa telah mengembalikan seluruh dana yang diambil saat menjadi bendahara," ucap M Askin.

Pendapat M Askin kalah dengan suara Artidjo Alokstar dan MS Lumme sehingga pada 22 Mei 2013 permohonan kasasi Nurus ditolak.