Diskusi di New York, JK Sebut Asap Adalah Bukti Tata Kelola Hutan Dirusak

Diskusi di New York, JK Sebut Asap Adalah Bukti Tata Kelola Hutan Dirusak

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Senin, 28 Sep 2015 11:29 WIB
Diskusi di New York, JK Sebut  Asap Adalah Bukti Tata Kelola Hutan Dirusak
JK di New York saat menerima kunjungan Civil Society Organization (Foto: dok Setwapres)
Jakarta - Permasalahan kebakaran hutan di Indonesia yang menimbulkan bencana kabut asap menjadi sorotan internasional. Wapres Jusuf Kalla pun membahas masalah hutan ini saat melakukan pertemuan di New York, Amerika Serikat.

"Asap adalah bukti masalah tata kelola. Hutan dirusak dan lahan gambut dibongkar," kata JK di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, 25-27 September 2015 lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (28/9/2015).

Di sela Sidang Umum PBB JK melakukan pertemuan yang dihadiri oleh 10 perwakilan lembaga swadaya masyarakat dan para pengusaha anggota Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Dalam pertemuan itu pun JK menegaskan bahwa pemerintah menyiapkan kebijakan untuk menutup pembukaan lahan industri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada lagi lahan baru untuk meningkatkan produksi. Tidak boleh ada lagi eksploitasi terhadap kawasan gambut," ungkap JK.

Wapres meminta pengusaha mengubah paradigma, dari ekstensifikasi menjadi intensifikasi lahan. Sehingga tak semata-mata mengejar keuntungan pribadi, tetapi juga memikirkan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

"Kita (Indonesia) sudah pernah 3 kali melakukan kesalahan (kebijakan). Di hutan, batu bara, dan sawit. Jangan sampai terulang lagi," sebut JK.

Direktur Eksekutif WALHI Abetnego Tarigan yang juga hadir dalam pertemuan kemudian mengingatkan pemerintah mengenai dampak laten pengelolaan ekonomi berbasis lahan. Beban pemulihan lingkungan justru lebih berat dari keuntungan yang didapat.

"Seperti masalah kabut asap yang terjadi sejak 15 tahun terakhir," imbuh Abetnego. (bpn/slm)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads