Ahok Imbau Diorama Monas Tak Berhenti Sampai Era Soeharto

Ahok Imbau Diorama Monas Tak Berhenti Sampai Era Soeharto

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Senin, 28 Sep 2015 08:39 WIB
Ahok Imbau Diorama Monas Tak Berhenti Sampai Era Soeharto
Foto: Mulya Nur Bilkis
Jakarta - Sejarah Indonesia yang dipamerkan dalam diorama di Monas terhenti sampai tahun 1992. Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mengusulkan seharusnya hingga proses pemilihan umum (pemilu) langsung era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya sudah bilang sama Monas. Tapi itu kan mesti lapor Setneg, negara dan mesti dikaji lagi, macam-macam nih dibicarain. Saya sudah bilang harusnya mesti sampai ke pemilihan langsung dong. Pemilihan langsung itu terakhir adalah Pak SBY," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2015).

Menurut Ahok, proses pemilu pada pemerintahan SBY sangat bersejarah bagi kehidupan bangsa. Sebab pertama kali dalam sejarah seorang kepala negara dipilih oleh rakyat terjadi pada tahun 2004 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu sejarah kita, pertama kali ada pemilihan langsung dan presiden yang dipilih secara langsung 2 periode. Jadi Anda harus menghargai Pak SBY yang mendapat kepercayaan selama 10 tahun. Nah ini yang mau kita lakukan," lanjutnya.

Sebelum ini diberitakan, pihak UPT Monas mengakui belum pernah mengubah alur ataupun merevisi cerita sejak dibangun pertama kali dibangun. Kepala UPT Monas Rini Hariyani mengungkapkan tidak mudah menambah sejarah masa kini dalam diorama, sebab harus ada kajian tertentu dengan para sejarawan.

"Untuk diorama kita belum pernah melakukan perubahan alur cerita sejak dibangun karena kalau mengubah harus melalui berbagai kajian. Kalau ingin menampilkan era sekarang bisa dibuat pameran temporer," kata Rini saat dihubungi detikcom, Sabtu (26/9) lalu.

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI mengimbau agar sejarah yang ditampilkan dalam diorama bisa disesuaikan dengan masa kini. Hal ini dirasa perlu agar para siswa-siswi sekolah yang datang bisa memperoleh kisah yang lengkap.

"Perlu disesuaikan dengan perkembangan sejarah masa kini," kata Kadisdik Arie Budiman saat dihubungi.

Dia pun menyarankan agar diorama bisa didesain ulang. Termasuk perkembangan masa reformasi sampai batas waktu yang telah disepakati dengan para

(aws/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads