Pelarian Ali ternyata berhenti di hari keempat setelah melancarkan aksinya. Polisi sempat bekerja keras untuk mengusut keberadaan Ali hingga akhirnya pemuda itu berhasil dibekuk di Depok.
Tak heran, sebab saat penyelidikan kasus itu polisi sempat memeriksa seorang pengendara mobil Honda CRV yang diduga pelaku. Hal itu didasarkan pada rekaman CCTV yang menunjukkan mobil itu keluar sekitar pukul 05.00 WIB ketika pembunuhan Asep diperkirakan dilakukan pada waktu yang sama. Namun ternyata, pengemudi CRV itu tidak berkaitan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi pun kembali menelusuri jejak pelaku dengan melakukan olah TKP. Petunjuk demi petunjuk didapatkan hingga mengarah kepada Ali.
Bukti konkret pun didapatkan sehingga membuat Ali tak kuasa mengelak. Jejak sepatu Ali tercetak di TKP pembunuhan itu.
Istimewa |
"Dari hasil penyelidikan, tersangka berhasil kami amankan sore tadi. Salah satu petunjuknya yaitu bekas sepatu tersangka yang ada di TKP," jelas Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada detikcom, Minggu (27/9/2015) kemarin.
Dijelaskan Krishna, di TKP ada bekas telapak sepatu yang menginjak darah korban. Setelah polisi berhasil menangkap tersangka, telapak sepatu dan ukurannya sama dengan milik tersangka.
Tak hanya itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satu barang bukti yaitu helm dengan noda darah.
"Kami amankan 1 buah helm warna putih yang ada bercak darah diduga kuat darah korban," lanjut Krishna.
Krishna mengatakan, jejak pembunuhan yang dilakukan Ali terungkap setelah polisi mengidentifikasinya dari rekaman CCTV. Ali saat itu datang ke lokasi menggunakan motor.
Motif pembunuhan tersebut murni perampokan. Ali berniat mencuri uang di loket parkiran basement 1 Mal Senayan City yang saat itu dijaga korban.
Asep diketahui tewas pada Rabu (23/9) di basement 1 Senayan City. Ia pertama kali ditemukan oleh temannya dalam kondisi bersimbah darah. Asep mengalami luka tusuk di pinggang. (dhn/dhn)












































Istimewa