Hal itu disampaikan Puan dalam Interactive Dialogue on 'Delivering on A Revitalized Global Partnership' di Markas Besar PBB, New York, Sabtu (26/9) waktu setempat atau Minggu (27/9/2015) waktu Indonesia. Puan hadir di New York mendampingi Wapres Jusuf Kalla menghadiri KTT Pengesahan Agenda Pembangunan Pasca-2015 dan Sidang Majelis Umum PBB ke-70.
Puan secara khusus menyoroti masih tingginya angka kemiskinan di dunia. Meski jumlahnya harus diakui sudah jauh berkurang dibanding 15 tahun lalu saat MDGs baru dicanangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istimewa |
"Meskipun tanggung jawab utama pembangunan ekonomi dan sosial berada di tangan masing-masing negara, kerja sama internasional diperlukan untuk membantu negara-negara berkembang dengan memperhatikan prinsip keadilan sosial dan kemanusiaan," jelas Puan dalam keterangannya.
Bagi Puan, agenda pembangunan global yang baru disahkan ini lebih ambisius dengan cakupan tujuan dan target yang lebih luas. Hal ini justru akan membuat tugas pemerintah di negara-negara berkembang menjadi lebih berat.
"Untuk mempercepat upaya pencapaian target dan tujuan pembangunan, negara-negara berkembang perlu memperkuat kerja sama internasional yang berlandaskan azas gotong royong," tandasnya. (mok/dhn)












































Istimewa