Salah satu daerah yang harus kerja keras mengusir asap adalah Kalimantan Tengah. Pemprov Kalteng menjalin berbagai pihak, di antaranya, TNI dan BNPB, terus berupaya mengenyahkan pekatnya asap dari bumi Borneo.
![]() |
Penjabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo menuturkan kabut asap di wilayahnya, khususnya di Kota Palangkaraya, sempat memburuk dalam beberapa hari terakhir. Puncaknya di hari Sabtu (26/9) kemarin, saat jarak pandang hanya sekitar 30 meter dan tak ada satu penerbangan pun yang bisa masuk ataupun keluar dari Palangkaraya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Hadi lalu menjabarkan hal-hal yang sudah dilakukan pihaknya bersama TNI dan BNPB untuk mengusir asap dari Palangkaraya. Di antaranya mengidentifikasi titik api dan mencari cara upaya pemadamannya yang paling efektif.
"Informasi hotspot satelit Terra Qua tanggal 26 September 2015 pukul 05.00 WIB jumlahnya 179 titik dengan confidence di atas 80%-100% 38 titik," papar Hadi.
Water bombing juga terus dilakukan ke titik-titik yang dianggap jadi penyebab api. Begitu juga dengan kanal blocking. TNI menurunkan hingga 500 personel untuk membantu upaya pemadaman api.
"Zeni AD baru saja membuat kanal blocking kanal di Kecamatan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau," ujarnya.
"3 Helikopter juga dioperasikan hari ini untuk memadamkan api," imbuhnya seraya menjelaskan titik api ada di Pangkalan Bun dan Tanjung Puting.
![]() |
Posko-posko pemadap api juga sudah didirikan di sejumlah titik. Selain itu, pemprov juga sudah membagi-bagikan masker untuk mengurangi dampak kabut asap ke kesehatan. Diketahui ISPA di Kalteng hingga tanggal 25 September lalu terdata 4.121 kasus.
Dengan segala usaha tersebut, kabut asap di Palangkaraya sudah mulai berkurang. Hingga sore ini, Hadi mengatakan jarak pandang di Palangkaraya sudah meningkat menjadi 300 meter.
![]() |















































