"Saya pasti tanya 'kenapa orang ini mesti diganti', dia mengatakan 'karena orang ini nggak bisa diajak berubah'. Ada beberapa orang yang diusulkan Kadis UKM buat diganti, saya tahan," ucap Ahok usai membuka acara jalan sehat peringatan Hari Alzeimer Sedunia di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2015).
"Saya bilang, 'bisa nggak orang ini kamu pertahankan lagi?', karena data saya mengatakan dia tidak terlalu buruk. Tapi dia biilang lagi, 'laporannya buruk'. Oke saya bilang kasih kesempatan 1 bulan, kalau masih jelek lo ganti" imbuhnya dalam contoh lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada tiga sudin saya teken sama kepala dinasnya, 'eh kenapa kerjaan begitu kacau? Kenapa PHL (Pekerja Harian Lepas) begitu kacau? Lo jawab gw'. Dia bilang 'Sudinnya kurang kenceng larinya. Bapak izinkan saya ganti sudinnya nggak?'. Terus gue cek, 'oke lo ganti'. 'Tapi begitu ganti sudin, lo juga nggak lari kenceng, lo yang gue ganti," lanjutnya.
Sementara saat ditanya soal kabar adanya pejabat DKI yang stres atau depresi karena dipecat, Ahok enggan komentar. Menurutnya, hampir lebih dari 50 persen warga DKI stres karena masalah di Ibu Kota seperti macet dan lainnya.
"Kalau Anda kerja baik-baik nggak depresi kok. Kamu tanya saja sekarang misalnya saya ganti satu, ganti lain lagi, lain lagi, kan ini enggak. Sekarag Kadis PU saya ganti nggak Yusmada? Enggak. Pak Heru, Bu Tuty, Pak Lasro, Pak Edy, Pak Kusmedi kesehatan nggak saya ganti. Semua oke-oke saja kok," ucapnya menyebut beberapa Kadis.
"Mereka melakukan sesuatu sesuai dengan sumpah jabatan. Tugas kamu kan membuat orang menjadi baik. Kalau kamu nggak lakukan, sekarang depresi kenapa? Karena kehilangan jabatan. Kalau lo nggak mau kehilangan jabatan, lo kerja yang bener saja dong. Kalau PHL kamu mainin ya terpaksa gue pecat," imbuhnya.
(miq/nrl)











































