Sri dan Sugeng berangkat haji bersama anaknya, Aditya Ryan (27) dan dua saudaranya. Ketika kejadian Sri terpisah dari rombongan sedangkan suaminya jatuh dan terinjak-injak.
Informasi resmi diterima keluarga pagi tadi, keponakan Sri, Hendrita (40), sekitar pukul 06.30 pagi tadi memperoleh telepon dari Daker Makkah yang mengabarkan Sri Prabandari sudah ditemukan namun dalam kondisi meninggal dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Kabar itu mengagetkan sekaligus melegakan keluarga karena sejak peristiwa terjadi, Sri tidak diketahui keberadaannya. Meski tewas dan dimakamkan di tanah suci, pihak keluarga mengaku ikhlas.
Meski sudah mengetahui kabar tersebut, keluarga masih enggan memberitahu anaknya, Aditya. Hingga pagi tadi Aditya di akun facebooknya masih menulis status yang menggambarkan kerinduannya pada sang ibu.
"Semoga papah dan semua korban tragedi Mina meninggal dalam keadaan khusnul khotimah Adit udah ikhlas dan buat Mamah yang belum tahu kabarnya Adit kangen mamah," demikian bunyi status Aditya.
"Kita memang belum memberitahu Adit, kita takut yang di sana malah drop," kata kakak ipar Sri, Iriyanto Basuki.
"Kami ikhlas, dengan begini kami tahu langkah apa yang harus kami lakukan terhadap Adit," imbuhnya.
Namun siang tadi Aditya ternyata sudah mendapatkan kabar langsung. Ia pun mengganti status Blackberry Messenger-nya. "Innalillahi mamah semoga khusnul khotimah," tulis Aditya pukul 10.35 WIB tadi.
![]() |
Diketahui Sri, Sugeng, Aditya beserta dua saudara mereka yaitu Maryuni (71) dan Sri Agustin (56) berada dalam satu rombongan Kloter 62 Embarkasi Solo Regu III Kelompok VII. Ketika kejadian, Aditya yang menggunakan kursi roda selamat berkat ayahnya, namun ayahnya justru jatuh dan terinjak-injak sedangkan Sri sudah langsung terpisah.
Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal dalam Tragedi Mina Jadi 19 Orang
Aditya dan tiga tantenya sudah berkumpul kembali sedangkan Sugeng sudah tewas dan ternyata Sri juga dikabarkan meninggal dunia. Meski Sri sudah masuk daftar resmi 19 jamaah Haji asal Indonesia yang meninggal, namun hingga kini Sugeng belum dinyatakan resmi menjadi salah satunya.
"Mungkin Pak Sugeng gelangnya (pengenal) lepas, jadi belum bisa konkret jadi salah satu walau anaknya melihatnya langsung," kata Sekertaris PPHI Embarkasi Solo, Ahyani.
(alg/tor)












































