"Asapnya itu sudah parah banget, kalau pagi-pagi gelap. Siang hari pukul 12.00 ini kayak subuh," kata warga Palangkaraya, Wulan, kepada detikcom, Minggu (27/9/2015).
Kabut Asap Sabtu (26/9) Foto: Wulan/pembaca detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin itu asap sampai warna kuning dan pekat banget, parah pokoknya," ucapnya.
Hari ini menurut Wulan, jarak pandang sudah bertambah menjadi 30 meter. Meski begitu tetap saja mengganggu aktivitas dan penglihatan warga, moda transportasi udara juga lumpuh.
"Pesawat nggak ada yang take off atau landing," katanya.
Warga yang ingin beraktivitas harus selalu menggunakan masker, baik itu di dalam atau di luar rumah. Sebab asap sudah masuk ke dalam rumah dan membuat sesak nafas.
"Kalau pagi jangan harap lihat tetangga depan rumah. Bayangin kalau anak kecil (bahaya asap),Β saya aja sampai nyesek," ucap Wulan.
Dia berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah kabut asap ini. Warga meminta agar pemerintah membuat sumur bor di dekat titik api agar kebakaran bisa cepat dipadamkan.
"Warga meminta sumur bor dan penyemprotan jangan berhenti. Kami berharap api cepat padam dan asap hilang," harapnya.
Kabut Asap Sabtu (26/9) Foto: Wulan/pembaca detikcom |












































Kabut Asap Sabtu (26/9) Foto: Wulan/pembaca detikcom
Kabut Asap Sabtu (26/9) Foto: Wulan/pembaca detikcom