Bulan Alzheimer Sedunia, Ahok: Jangan Kucilkan Orang Tua yang Pikun

Bulan Alzheimer Sedunia, Ahok: Jangan Kucilkan Orang Tua yang Pikun

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 27 Sep 2015 11:54 WIB
Bulan Alzheimer Sedunia, Ahok: Jangan Kucilkan Orang Tua yang Pikun
Foto: Yulida/detikcom
Jakarta - Hilangnya memori hingga mengganggu aktvitas sehari-hari bukan merupakan bagian normal dari penuaan. Atas dasar itu Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Ahok menyebut para lansia yang punya gangguan ingatan harus selalu didampingi agar tidak bertambah parah.

"Orang tua tambah bawel, tambah cerewet lalu kita makin jauhin, dia tambah stres. Dia malah tambah dikucilkan padahal orang-orang yang mengalami demensia ini harusnya dia bisa ngerti biar dia bisa sembuh sebetulnya," ujar Ahok dalam acara Jalan Sehat Melawan Pikun di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (27/7/2015).

Apabila para lansia dijauhi karena faktor itu Ahok memperingatkan hal itu akan memperparah kondisi penderita Alzheimer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akhirnya banyak orang Jakarta yang saya kira tidak mengerti dan kita suka bilang "dasar nenek pikun". Kita selalu mengatakan kita setiap hari akan pikun nih. Ini bukan sesuatu yang pikun tapi ini sebuah demensia itu penyakit yang harus mulai kita lawan," imbuh suami Veronica Tan itu.

Ahok menyebut apabila masyarakat mengetahui ciri-ciri penyakit Alzheimer, maka penyakit tersebut bisa dicegah agar tidak parah. Misalnya dengan pola hidup sehat dan seimbang dengan mengurangi konsumsi rokok, alkohol, berperilaku hidup bersih sehat, dan rutin berolahraga.

"Bisa bayangin orang tua bisa tambah stres ketika dia tidak mengerti sebelum mengenali 10 gejala ini. Nah suasana (gerak jalan) seperti ini makin banyak orang tahu makin banyak orang berbagi sehingga penyakit ini bisa dilawan," papar Ahok.

Sepuluh gejala itu ialah gangguan daya ingat, sulitnya fokus, sulit melakukan kegiatan yang familiar, disorientasi, sulit memahami visuospasial, gangguan komunikasi, lupa menaruh barang di tempat yang seharusnya, salah membuat keputusan, menarik diri dari pergaulan, dan berubahnya perilaku dan kepribadian.

"Para lansia dapat memanfaatkan berbagai ruang publik yang telah didirikan seperti taman lansia serta ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) sehingga kualitas hidup para lansia dapat terus terjaga. Pemprov DKI Jakarta juga mengadakan poco-poco setiap Jumat pagi untuk mencegah kepikunan di lingkungan PNS," kata Ahok. (slm/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads