"Sekarang belum siap situasinya, masih kayak gini. Kita masih jauh ke arah sana (pindah ke rusun)," kata Ketua RW 04, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Asbanu, saat ditemui detikcom di lokasi kebakaran, Minggu (27/9/2015);.
Menurutnya di Tambora sudah ada rusun dan sebelumnya juga pernah ada penawaran daerah tersebut untuk dibangun taman. Namun ditolak oleh warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya alasan kenapa tidak mau pindah ke rusun, Asbanu menolak berkomentar. "Udah ya, maaf kita nggak bisa komentar lebih," katanya.
Sementara itu, Iti warga RT 06 RW 04 mengaku akan ikut petunjuk dari RT setempat. Jika RT meminta dia untuk pindah, dia akan ikut meski sudah puluhan tahun tinggal di sana.
"Dari tahun 50 emak udah di sini, dari muda. Sekarang umur 70, kalau mau pindah kita mah terserah Pak Jojo (Ketua RT) kita kan rakyat, nggak tahu apa-apa," ucap Iti.
Sementara itu Eha (40) pemilik rumah dan kontrakan 23 pintu ini keberatan jika diminta pindah ke rusun. Dia merasa nyaman tinggal di Tambora sejak kecil.
"Saya di sini sudah dari lama, tahun 70an. Waktu saya belum lahir orang tua saya sudah di sini. Kalu pindah kayaknya nggak deh soalnya sudah lama dari lahir di sini," ucap Eha.
Selain Eha, Muhammad Kalimi juga tak berniat tinggal di rusun. Kalimi yang berprofesi sebagai tukang jahit ini merasa akan kesulitan jika pindah ke rusun.
"Kalau di rusun kurang nyaman, kalau di rumah enak langsung ke jalan. Saya kan penjahit, susah kalau di rusun, kalau orang mau jahit masa harus naik ke lantai atas, kalau di lantai bawah mungkin," katanya.
Gubernur Ahok menawarkan solusi bagi warga Tambora yang rumahnya hangus terbakar. Ahok menawarkan agar warga mau tinggal di rusun, tidak lagi berhimpitan di lahan yang sangat sempit.
"Makanya itu kalau saya bilang, kalau Anda gak mau kebakaran, udah ngalah sama saya, saya bangunin rusun deh karena itu tuh terlalu sempit kamu nyambung-nyambung gak ada IMB itu pasti kebakaran," kata Ahok setelah pembukaan Jalan Sehat Melawan Pikun Peduli Alzheimer di Monas, Jakpus, Minggu (27/9/2015).
Ahok menjelaskan, dia sudah pernah menawarkan bagi warga yang mempunyai tanah dan sertifikat akan diganti dengan apartemen. Gubernur DKI Jakarta itu memang ingin memindahkan semua warga yang tinggal di permukiman padat ke rusun. Menurutnya solusi untuk mencegah kebakaran di Jakarta salah satunya dengan meminimalisir kawasan padat permukiman.
(slm/nrl)











































