Dalam pidatonya di markas PBB, JK yang menyoroti isu pengentasan kemiskinan itu membanggakan porgram Kartu Indonesia Pintas (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
"Indonesia melampaui tujuan mengurangi separuh persentase penduduk miskin. Indonesia juga sudah di jalur untuk mengurangi prevalensi kekurangan gizi, menurunkan angka kematian anak di bawah usia 5 tahun dan meningkatkan partisipasi pendidikan dasar," kata JK dalam pidatonya, Sabtu (26/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam hal ini, Indonesia memiliki antara lain mengurangi belanja untuk subsidi BBM dan alokasi anggaran ditingkatkan untuk program-program pembangunan sosial, seperti Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar, untuk memberikan rumah tangga miskin akses yang lebih baik untuk kesehatan dan pendidikan," jelas JK.
Selain itu, Wapres juga menoroti isu-isu kemitraan global. Menurut JK, kemitraan global sangat diperlukan untuk percepatan pembangunan antar negara, terutama di negara berkembang yang masih memerlukan bantuan negara lain.
"Sangat penting bahwa komitmen internasional dipenuhi, termasuk target bantuan pembangunan resmi oleh negara-negara maju dan agenda aksi yang telah disepakati pada Konferensi Internasional ke-3 tentang pembiayaan pembangunan, meskipun pertumbuhan ekonomi global loyo," tutur JK.
"Pembangunan tidak dapat berlangsung tanpa adanya perdamaian, dalam negara atau antar negara. Sehingga mencegah konflik terjadi, menyelesaikan konflik dan memastikan rekonstruksi pasca-konflik yang tepat untuk menjamin perdamaian yang berkelanjutan, harus menjadi prioritas agenda global," tegasnya.
(Hbb/Hbb)











































