Korban ditemukan tidak jauh dari 20 mil perairan Kendal atau dekat dengan lokasi kejadian. Korban yang pertama kali ditemukan adalah Supriyono warga Pidodo Kulon kemudian empat korban lain yaitu Muhlisin warga Korowelang Anyar, Muhson warga Korowelang Kulon, Suratman warga Pidodo Wetan, dan Sapawi warga Pidodo Wetan.
Sekretaris BPBD Kabupaten Kendal, Arif Masrukin mengatakan saat ditemukan, kondisi jenazah korban ditemukan mengenaskan karena mengambang dan sudah membusuk sehingga sulit dikenali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah ditemukan, jenazah dibawa ke RSUD dr Soewondo Kendal untuk identifikasi agar bisa segera dikembalikan ke pihak keluarga.
Diketahui Kapal Nelayan Mugi Berkah tertabrak kapal tongkang hari Rabu (23/9) siang. Kapal yang mengangkut 19 nelayan itu tertabrak tongkang yang ditarik kapal ekspres 1.
Para nelayan tertarik jaring dan tercebur ke laut sedangkan kapal mereka hancur. Tiga nelayan yang ditemukan meninggal saat itu adalah Bonari (65) warga Korowelang Anyar, Solekhan (60), warga Pidodo Wetan, dan Sinuwun (55) warga Pidodo Kulon.
Sembilan orang lainnya yang selamat adalah nahkoda bernama Nasmo, Solekan, Sugiman, Sukiyo, Sukat, Sinur, Supono, Sodik, Subandrio, Mujad, dan Murjono. Lima yang hilang kemudian dicari oleh tim SAR gabungan, Satpolair Kendal, dan dibantu Nelayan.
(alg/Hbb)











































