Warga Semarang Dikabarkan Tewas dan Istrinya Hilang dalam Tragedi Mina

Warga Semarang Dikabarkan Tewas dan Istrinya Hilang dalam Tragedi Mina

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2015 16:29 WIB
Warga Semarang Dikabarkan Tewas dan Istrinya Hilang dalam Tragedi Mina
Foto repro dokumen keluarga- Angling Aditya
Jakarta - Kabar resmi terkait jamaah haji asal Indonesia  yang meninggal dalam  tragedi Mina hingga saat ini masih berjumlah tiga orang. Namun beberapa pihak keluarga sudah mendapatkan kabar langsung dari Arab Saudi terkait keluarganya yang tewas, salah satunya adalah warga Semarang bernama Sugeng Triyanto (57).

Adik Sugeng, Kuncoro (54) mengatakan kakaknya berangkat haji bersama istri dan anaknya yaitu Sri Prabandari (58) dan Aditya (27). Dua kakak Sri Prabandari yaitu  Sri Agustin (56) dan Maryuni (71) juga menunaikan haji di kelompok yang sama yaitu  Kloter 62 Embarkasi Solo Regu III Kelompok VII.


Sugeng dan Istrinya, Sri Prabandari (Foto-Angling A/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kelimanya sudah daftar lama, lima tahun lalu. Berangkat 12 September kemarin," kata Kuncoro saat ditemui detikcom di rumah Sugeng, Perumahan Pokok Pindasi blok i nomor 8 RT 3 RW VII, Ngaliyan, Sabtu (26/9/2015).

Sementara itu terkait kabar meninggalnya Sugeng, awalnya diinformasikan oleh Sri Agustin yang menelepon suaminya,  Bambang Hariyanto hari Jumat (25/9) sore kemarin sekitar pukul 17.00. Kemudian anak Sugeng, Aditya juga mengabarkan sehingga keluarga semakin yakin karena Aditya sempat menutup wajah ayahnya dengan kain ihram.


Dari kiri, Sri Prabandari, Sri Agustin, Aditya, Sugeng


Kemudian saat perjalanan di Mina untuk melempar Jumroh, tiba-tiba barisan depan berhenti dan dari bagian belakang saling dorong. Rombongan Adit terpisah dan ia pun terjatuh. Saat itu ibunya sudah tidak tampak karena terdorong sedangkan ayahnya tergeletak terinjak-injak.

"Yang saya dengar dari Adit, dia menutup (jenazah) dengan kain Ihram, kemudian ada yang menolong Adit dari Askar dibawa ke rumah sakit. Jenazah ditinggal di tempat," pungkas Kuncoro.

Kabar terbaru yang diterima pihak keluarga yaitu Adit, Agustin, dan Maryuni sudah berkumpul kembali. Mereka mengalami luka dan kursi roda mereka rusak. Sementara itu Sri Prabandari hingga kini belum diketahui keberadaannya, oleh sebab itu pihak keluarga berharap pemerintah bisa segera memberikan informasi kondisi ibu Aditya itu.

"Kita ingin tahu kondisi bu Sugeng (Sri Prabandari), kalau pak Sugeng, kita  sudah ikhlas. Informasi itu penting untuk kami mengambil langkah selanjutnya, terhadap Adit juga karena kondisinya seperti itu," terang Kuncoro.

Saat ini keluarga besar Sugeng mulai berkumpul di rumahnya yang berada di Perumahan Pokok Pindasi blok i nomor 8 RT 3 RW VII, Ngaliyan. Rencananya akan digelar salat gaib sore ini dan Tahlilan malam nanti.

(alg/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini