Adik Sugeng, Kuncoro (54) mengatakan kakaknya berangkat haji bersama istri dan anaknya yaitu Sri Prabandari (58) dan Aditya (27). Dua kakak Sri Prabandari yaitu Sri Agustin (56) dan Maryuni (71) juga menunaikan haji di kelompok yang sama yaitu Kloter 62 Embarkasi Solo Regu III Kelompok VII.
![]() Sugeng dan Istrinya, Sri Prabandari (Foto-Angling A/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu terkait kabar meninggalnya Sugeng, awalnya diinformasikan oleh Sri Agustin yang menelepon suaminya, Bambang Hariyanto hari Jumat (25/9) sore kemarin sekitar pukul 17.00. Kemudian anak Sugeng, Aditya juga mengabarkan sehingga keluarga semakin yakin karena Aditya sempat menutup wajah ayahnya dengan kain ihram.
![]() Dari kiri, Sri Prabandari, Sri Agustin, Aditya, Sugeng |
Kemudian saat perjalanan di Mina untuk melempar Jumroh, tiba-tiba barisan depan berhenti dan dari bagian belakang saling dorong. Rombongan Adit terpisah dan ia pun terjatuh. Saat itu ibunya sudah tidak tampak karena terdorong sedangkan ayahnya tergeletak terinjak-injak.
"Yang saya dengar dari Adit, dia menutup (jenazah) dengan kain Ihram, kemudian ada yang menolong Adit dari Askar dibawa ke rumah sakit. Jenazah ditinggal di tempat," pungkas Kuncoro.
Kabar terbaru yang diterima pihak keluarga yaitu Adit, Agustin, dan Maryuni sudah berkumpul kembali. Mereka mengalami luka dan kursi roda mereka rusak. Sementara itu Sri Prabandari hingga kini belum diketahui keberadaannya, oleh sebab itu pihak keluarga berharap pemerintah bisa segera memberikan informasi kondisi ibu Aditya itu.
"Kita ingin tahu kondisi bu Sugeng (Sri Prabandari), kalau pak Sugeng, kita sudah ikhlas. Informasi itu penting untuk kami mengambil langkah selanjutnya, terhadap Adit juga karena kondisinya seperti itu," terang Kuncoro.
Saat ini keluarga besar Sugeng mulai berkumpul di rumahnya yang berada di Perumahan Pokok Pindasi blok i nomor 8 RT 3 RW VII, Ngaliyan. Rencananya akan digelar salat gaib sore ini dan Tahlilan malam nanti.
(alg/erd)












































