Ini Dasar KBIH Persis Pastikan Ada 17 Jemaah RI Wafat di Tragedi Mina

Ini Dasar KBIH Persis Pastikan Ada 17 Jemaah RI Wafat di Tragedi Mina

Avitia Nurmatari - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2015 13:06 WIB
Ini Dasar KBIH Persis Pastikan Ada 17 Jemaah RI Wafat di Tragedi Mina
Foto: Avitia
Bandung - Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Persatuan Islam (KBIH Persis) Pusat merilis ada 17 jemaah yang meninggal dunia akibat tragedi Mina pada Kamis (24/9/2015) lalu. Sekretaris Umum Persis Irfan Safrudin mengatakan kepastian informasi itu didapat langsung dari pembimbing utama jemaah.  

"Kami dapat informasi ini langsung dari jemaah yang ada di lokasi. Mereka melaporkan kepada koordinatornya masing-masing," ujar Sekretaris Umum Persis, Irfan Safrudin dalam keterangan persnya di Kantor Pusat KBIH Persis, Jalan Perintis Kemerdekaan, Minggu (26/9/2015).

Laporan tersebut, kata Irfan, didasarkan atas pandangan mata langsung jemaah yang selamat pada saat kejadian. "Ini laporan dari pembimbing utama, yang mendapat laporan dari koordinator rombongan, atas dasar kesaksian jemaah saat kejadian, mereka melihat" kata Irfan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data soal jemaah wafat akibat tragedi Mina KBIH Persis berbeda dengan yang dikeluarkan Kementerian Agama. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan bahwa pihaknya harus akurat dalam memberikan informasi tentang jemaah yang wafat.

"Untuk menyatakan seseorang itu wafat, harus beradasarkan kesaksian yang bisa dipertanggungjawabkan. Tentu pertanggungjawaban secara medis bahwa seseorang itu memang betul-betul telah wafat," kata Menag kepada jemaah haji JKS 61 saat berkunjung ke tendanya di Mina Jadid, Jumat (25/09/2015) malam waktu Arab Saudi.

Menag Lukman di maktab Kloter JKS 61 (Foto-Gagah Wijoseno/detikcom)


Ikut mendampingi Menag,  Kepala Pusat Informasi dan Humas Rudi Subiyantoro. Menurut Menag, kepastian wafat atau meninggalnya seseorang tidak bisa hanya menggunakan pandangan mata semata. harus ada indikasi atau parameter ilmiah yang menyatakan seseorang meninggal.

"Selama tidak bisa dijelaskan indikasinya, maka itu sulit bagi kami untuk mengatakan bahwa yang bersangkutan wafat," kata Lukman.

(avi/erd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini