Terbaru, mantan Menpora ini akan mengeluarkan 9 manifesto kesejahteraan rakyat Jakarta. Bila terpilih, Adhyaksa bertekad menyempurnakan program-program Ahok.
Ketua KNPI dan Ketua Kwarnas Pramuka ini juga siap bekerja 24 jam melayani warga Jakarta. Ia akan memberikan yang terbaik buat warga Ibu Kota dan bersumpah tidak akan memakan uang haram sepersen pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. 9 Manifesto
|
Foto: Rachman Haryanto
|
"Programnya saya akan keluarkan 9 manifesto kesejahteraan rakyat Jakarta. Ini nanti setelah saya deklarasikan diri. Kalau sekarang kan saya baru dapat deklarasi dukungan," ujar Adhyaksa di Wedangan 200, Jl Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2015).
Dia menjelaskan 9 manifesto politik ini berasal dari tiga pemikiran awal. Pertama, berpikir dalam kekurangan yang ada di Jakarta. Kemudian, memikirkan tentang peristiwa yang terjadi di Ibukota.
"Terus besar tapi solutif. Jadi hubungan Jakarta tidak menang saja tapi apa yang kita lakukan kalau Jakarta jadi. Jangan sampai pemilihan terkotak kotak, musuhan satu sama lain," tuturnya.
Lanjutnya, Adhyaksa tidak suka dengan penilaian bila dirinya melawan Ahok di Pilkada 2017. Ia mengatakan bila terpilih sebagai DKI 1, maka akan menyempurnakan kebijakan yang sudah dilakukan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dia tak sungkan mengatakan akan melanjutkan yang sudah dilakukan Ahok secara positif.
"Bukan cari kekuasan tapi memperbaiki keadaan yang sudah ada. Saya tidak melawan Pak Ahok tapi kita menyempurnakan. Yang baik dari Ahok saya ambil, good governance ingin kita ciptakan. Jangan menjelek-jelekan yang lain," sebut Ketua Kwarnas Pramuka itu.
Dia pun menyebut upaya yang dilakukan Ahok dalam memimpin Jakarta sudah baik. Namun, masih ada kekurangan yaitu masalah komunikasi.
"Menang dengan baik, kalah dengan baik. Saya bersahabat dengan baik. Jadi Ahok sudah maksimal tapi manusia ada kekurangan. Kekurangan beliau dalam hal komunikasi akan disempurnakan. terobosan Ahok harus kita hargai," tuturnya.
Lantas, bagaimana cara menggenjot elektabilitas agar bisa mengimbangi Ahok di Pilkada DKI 2017? "Saya kira tidak pernah menggenjot-genjot. Kalau saya memang rendah untuk apa dipaksakan. Saya kira orang Jakarta yang menilai," ujarnya.
2. Kerja 24 Jam
|
Foto: Lamhot Aritonang
|
Nama calon wakil ini menurutnya akan ditentukan oleh tim yang dipimpin Marwah Daud. "Belum. Nanti, saya serahkan kepada tim pendaulatan DKI itu yang dipimpin Kak Marwah Daud," ujar Adhyaksa usai deklarasi dukungan Partai Priboemi di Wedangan 200, Jl Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2015).
Meski demikian, dia memiliki kriteria seorang bakal calon wakil Gubernur yang diinginkannya. Lantas, seperti apa gambaran sosok wakil yang diharapkan mantan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu?
"Saya kepingin orang yang bekerja dalam waktu 24 jam. Dia punya pengalaman. Paling tidak birokrat lah. Yang jelas dia nasionalis religius," ujarnya.
3. Mengabdi untuk Negeri
|
Foto: Rachman Haryanto
|
"Pak Ahok sudah baik, tapi kalau mau maju kita harus lebih baik lagi dari Ahok. Tidak boleh saling mencaci, siapa yang baik itu yang baik," kata Adhyaksa saat didaulat pendukungnya jadi cagub DKI, di Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (20/9/2015).
Melanjutkan pernyataannya, Adhyaksa menyampaikan sumpah dan janjinya. "Demi Allah juga bimbing saya, tegur saya kalau salah. Motto hidup saya, hidup cuma sekali mengabdi untuk negeri. Ridho Illahi Rabbi. Kalau saya jadi gubernur saya nggak akan makan uang haram, sepeser pun nggak akan saya makan," janjinya.
Halaman 2 dari 4











































