Imbauan untuk melempar jumroh pada sore dan malam hari tampaknya benar-benar dipatuhi oleh jemaah haji Indonesia dan negara-negara Asia lain seperti Pakistan dan India. Mereka memenuhi jamarat baik di lantai 2 dan 3 dengan berjalan kaki secara berkelompok.
![]() |
Pantauan detikcom, Jumat (25/9/2015), jumlah jemaah haji Indonesia yang melontar jumroh kian bertambah banyak selepas maghrib. Mereka datang dari arah jalan King Fahd atau terowongan pedestrian 15.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Askar (penjaga keamanan) maupun sesama jemaah menyiramkan air dari alat penyemprot agar tidak terjadi dehidrasi ataupun heat stroke. Para Askar meminta jemaah jangan bergerombol atau berhenti berjalan agar arus manusia bisa terus mengalir.
Jika aliran ribuan manusia berhenti maka rawan terjadi desak-desakan. Jika jemaaah sudah kelelahan, mereka bisa ke pinggir sejenak keluar dari arus ribuan manusia yang berjalan perlahan itu.
![]() |
Dari pengeras suara, petugas haji Indonesia juga mengimbau jemaah haji agar tetap bersama rombongannya. Saling jaga satu sama lain agar tidak ada jemaah haji yang tertinggal dari rombongannya.
Pemerintah Indonesia mengimbau lewat ketua kloter maupun ketua rombongan agar selama hari tasyrik yang jatuh pada tanggal 25-27 September tidak melontar jumroh pada pukul 13.00-16.00 waktu setempat. Hal ini untuk melindungi jemaah karena pada jam-jam itu jemaah sedang padat dan matahari sedang terik-teriknya.
![]() |
![]() |
















































