Cerita Anak Ardani ke Keluarga Soal Ngerinya Terinjak-injak di Mina

Tragedi Mina

Cerita Anak Ardani ke Keluarga Soal Ngerinya Terinjak-injak di Mina

Sukma Indah Permana - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2015 02:00 WIB
Cerita Anak Ardani ke Keluarga Soal Ngerinya Terinjak-injak di Mina
Foto: Sukma/detikcom
Yogyakarta - Keluarga di Sleman mendapat kabar bahwa Ardani Ali Sirodj (75) menjadi korban tewas dalam tragedi Mina. Anak Ardani, Taufik Arifianto menceritakan ke keluarga tentang betapa mengerikannya kondisi di Mina saat jemaah haji terinjak-injak.

Ardani berangkat hendak melempar jumroh dengan menggunakan kursi roda dan didorong oleh sang anak, Taufik. Saat di pertengahan jalan, ribuan jamaah yang berada di depan keduanya tampak berbalik arah. Keduanya tak bisa menghindari arus tersebut.

"Kursi roda (Ardani) terdorong sampai jatuh, dan terinjak-injak," ujar keponakan korban, Hapsoro di rumah duka, Kenteng, Nogotirto, Gamping, Sleman, Jumat (25/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jemaah yang di depannya malah balik. Jadi papasan. Itu satu rombongan dari Sleman. Saya nggak kebayang padahal pakai kursi roda," imbuhnya.

Ardani memang sehari-hari tak menggunakan kursi roda. Namun saat di Tanah Suci purnawirawan TNI itu disarankan menggunakan kursi roda, terutama karena perjalanan dari pemondokan ke lokasi lempar jumroh cukup jauh.

Keluarga bersama para tetangga juga telah melaksanakan salat gaib setelah salat Jumat siang tadi. Mereka pun mengaku sudah ikhlas.

"Takmir Masjid Kenteng sepakat, setelah salat Jumat melakukan salat Gaib. (Ardani) dimakamkan di sana," ujar salah seorang kerabat Muhammad Wahidan Alwi.

Kemenag sendiri belum menyebut nama Ardani sebagai korban tewas tragedi Mina. Hingga saat ini, Kemenag merilis jumlah WNI korban tewas di tragedi Mina sebanyak 3 orang. (sip/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads