Ardani berangkat hendak melempar jumroh dengan menggunakan kursi roda dan didorong oleh sang anak, Taufik. Saat di pertengahan jalan, ribuan jamaah yang berada di depan keduanya tampak berbalik arah. Keduanya tak bisa menghindari arus tersebut.
"Kursi roda (Ardani) terdorong sampai jatuh, dan terinjak-injak," ujar keponakan korban, Hapsoro di rumah duka, Kenteng, Nogotirto, Gamping, Sleman, Jumat (25/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ardani memang sehari-hari tak menggunakan kursi roda. Namun saat di Tanah Suci purnawirawan TNI itu disarankan menggunakan kursi roda, terutama karena perjalanan dari pemondokan ke lokasi lempar jumroh cukup jauh.
Keluarga bersama para tetangga juga telah melaksanakan salat gaib setelah salat Jumat siang tadi. Mereka pun mengaku sudah ikhlas.
"Takmir Masjid Kenteng sepakat, setelah salat Jumat melakukan salat Gaib. (Ardani) dimakamkan di sana," ujar salah seorang kerabat Muhammad Wahidan Alwi.
Kemenag sendiri belum menyebut nama Ardani sebagai korban tewas tragedi Mina. Hingga saat ini, Kemenag merilis jumlah WNI korban tewas di tragedi Mina sebanyak 3 orang. (sip/imk)











































