"Posko BNPB telah mengkonfirmasi beberapa BPBD, dan dilaporkan belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat gempa. BPBD masih melakukan pemantauan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho lewat keterangan persnya, Jumat (25/9/2015).
BMKG melaporkan pusat gempa berada di darat di Barat Laut Gunung Kidul, Yogyakarta pada kedalaman 10 km pada Jumat (25-9-2015) pukul 20.28 Wib. Gempa tidak berpotensi tsunami.
"Melihat posisi pusat gempa terlihat bahwa gempa ini berasal dari patahan aktif atau sesar Opak," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu pula pada 29-10-2010 gempa 4 SR di 13 km barat daya Wonosari. Dan pada 22-9-2015, gempa 3,3 SR di 12 km barat daya Wonosari," sebut Sutopo.
Dengan melihat kondisi tersebut, wilayah Wonosari, Gunung Kidul Yogyakarta dan sekitarnya adalah daerah yang rawan gempa. Antisipasi gempa harus ditingkatkan.
"Konstruksi rumah tahan gempa harus betul-betul dibangun agar kuat menahan hentakan gempa. Korban jatuh bukan karena gempa, tetapi karena bangunannya. Selain itu juga perlu gladi atau latihan secara rutin dilakukan kepada masyarakat," jelasnya. (tfq/imk)











































