"Ya bagus! Memang harus begitu. Nggak ada tentara-tentara di diskotek seperti itu," ungkap Kepala Staf Angkatan TNI AD Jenderal TNI Mulyono di Mako Kopassus, Cijantung, Jaktim, Jumat (25/9/2015).
Mulyono tampaknya sudah cukup geram dengan banyak ditemukannya anggota TNI AD yang masih membandel datang ke tempat hiburan malam meski sudah dilarang. Ia pun sudah memerintahkan Puspom TNI AD untuk terus melakukan razia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait kabar adanya kabar banyak tempat hiburan malam mendapat backing anggota TNI, Mulyono sudah mengambil langkah tegas. Jika sampai ada yang terbukti, hukuman sudah pasti menanti oknum tersebut.
"Kita tangkap! Tidak ada kita mengeluarkan statement tentara boleh ngepam (melakukan pengamanan) di diskotek seperti itu," tegas Mulyono.
"Itu bukan tugas tentara. Saya sudah tegaskan itu," lanjut mantan Pangkostrad tersebut.
Sebelumnya Propam Polri bekerjasama dengan Pomdam Jaya menggelar razia di sejumlah kelab malam di sekitar wilayah Jabodetabek, Sabtu (19/9). Dari hasil operasi ini, 7 anggota TNI AD termasuk satu perwira menengah terjaring razia.
Kemudian 7 orang ini dibawa ke Pomdam Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut dan tes urine. Satu anggota berpangkat sersan ditahan karena positif narkoba.
"Yang hasil tes urinenya negatif dikembalikan ke satuannya masing-masing untuk pembinaan dan kita yang positif kita tangani, diproses dan diamankan. Ditahan di Pomdam, jadi dalam pembinaan kami," ujar Komandan Pomdam Haya Kolonel Cpm Hendi Hendra saat dikonfirmasi sebelumnya, Minggu (20/9).
(ear/imk)











































