Ada Korban Penipuan Insiden Crane, Waspadai Hal Serupa dalam Tragedi Mina

Ada Korban Penipuan Insiden Crane, Waspadai Hal Serupa dalam Tragedi Mina

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 25 Sep 2015 16:39 WIB
Ada Korban Penipuan Insiden Crane, Waspadai Hal Serupa dalam Tragedi Mina
Foto: Angling Adhitya P
Semarang - Tragedi Mina yang menyebabkan ratusan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia tewas membuat sanak keluarga yang berada di Indonesia khawatir. Oleh sebab itu, pihak keluarga harus berusaha tenang dan tidak mudah termakan isu atau kabar dari orang yang tidak bertanggung jawab.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Tengah, H Ahyani MS. Ahyani mengatakan penipuan yang menimpa keluarga jemaah haji pernah terjadi di Magelang dalam tragedi crane jatuh di Masjidil Haram beberapa waktu lalu. Saat itu, korban yang tidak disebutkan namanya itu mendapat telepon dari orang tidak dikenal yang meminta sejumlah uang untuk pengobatan keluarga korban yang sedang melaksanakan haji.

"Si penelepon bilang ia menalangi biaya rumah sakit dan kemudian meminta kiriman uang. Ludes itu di Magelang Rp 40 juta," kata Ahyani, Jumat (25/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca: Waspada Penipuan Berkedok Insiden Crane di Masjidil Haram

Dengan adanya kejadian tersebut, Ahyani juga mengimbau keluarga yang memiliki sanak saudara yang sedang beribadah haji diharapkan tidak panik dan tetap pantau informasi lewat media ataupun web Kementerian Agama. Ia menambahkan saat ini muncul informasi-informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan yang menyebutkan puluhan korban tragedi Mina dari Indonesia.

"Kami imbau keluarga haji di Indonesia agar waspada terhadap info menyesatkan. Informasi sebaiknya dari rilis resmi Kementerian Agama. Untuk sementara informasinya 3 orang, semoga tidak bertambah dan tidak ada dari Jawa Tengah," tandasnya.

Ungkapan duka cita disampaikan oleh Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Keyakinan (HAK) Keuskupan Agung Semarang (KAS) Romo A Budi Purnomo Pr. Romo Budi saat bertemu dengan ketua bidang takmir MAJT sekaligus sekretaris PPIH Jawa Tengah, Ahyani.

"Sebagai sesama umat manusia, kami dari gereja Katolik datang ke sini untuk mengucapkan selamat hari raya Idul Adha. Dan yangย  lebih penting, atas nama gereja Katolik menyampaikan rasa duka atas peristiwa yang terjadi untuk pelaksanaan haji di Mina. Padahal sebelumnya musibah crane terjadi di Masjidil Haram," kata Romo Budi.

Peristiwa bertubi yang menimpa jemaah haji tahun ini, lanjut Romo Budi, sangat mengejutkan. Hal itu tidak hanya dirasakan kaum Muslim namun juga siapapun yang mendengarnya. Ia pun turut mendoakan agar jemaah haji yang tewas diterima di surga.

"Kami sampaikan duka mendalam, semoga yang meninggal menjadi syuhada dan diterima di Surga," tandas Romo Budi.

Ahyani mengucapkan terima kasih atas ungkapan bela sungkawa Romo Budi. "Ini menambah keakraban dan kerukunan umat beragama. Seperti disyariatkan di agama agar sesama manusia harus berbuat baik," kata Ahyani.

Di Masjid Agung Jateng, usai salat Jumat, ratusan jamaah menggelar salat Gaib. Ahyani mengatakan salat Gaib dilakukan untuk mendoakan saudara sesama muslim yang tewas dalam tragedi di Mina. (alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads