"DPR sering ke luar negeri. Jadi, kinerja DPR itu memble. Jadi, kalau dimarahi rakyat jadi wajar-wajar saja," kata Masinton di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/9/2015).
Dia menyebut bila delegasi sering ke luar negeri, maka berpengaruh terhadap pembahasan legislasi dan pemilihan-pemilihan yang menjadi tertunda. Salah satunya pembahasan calon pimpinan (capim) KPK yang semestinya bisa diproses lebih cepat dengan melakukan paripurna terlebih dulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ke luar negeri itu terlalu sering, jadi enggak rapat-rapat. Makanya kita bengong, saya enggak betah juga di ruangan," tutur Anggota Komisi III DPR itu.
Masinton pun menyampaikan saran, semestinya, bila melakukan kunjungan, maka cukup perwakilan dan bukan rombongan.
"Harusnya ke luar negeri cukup di delegasikan satu-dua orang sajalah seperti satu pimpinan, jangan rombongan. Kesannya DPR ini milik dia-dia orang, bukan jadi milik rakyat," sebutnya. (hty/tor)










































