Asisten Manajer Humas PT KCJ Adli Hakim menjelaskan, setiap masinis dan asisten masinis yang hendak bertugas, selalu diperiksa kondisi kesehatan fisik maupun psikisnya. Pemeriksaan kesehatan oleh tim medis sementara pemeriksaan psikis oleh penyelia atau supervisor.
"Dia dibekali form layak atau tidak untuk bekerja oleh tim kesehatan kemudian diserahkan kepada penyelia," ujar Adli.
Oleh penyelia, masinis dan asisten masinis diajak berkomunikasi agar mengetahui apakah kondisi mereka baik atau tidak untuk bekerja. Setelah dinilai layak, baru mereka bertugas.
"Yang kemarin ini (masinis dan asisten masinis yang menabrak KRL lain di Stasiun Juanda) lolos uji, layak," ucapnya.
Namun ternyata dari hasil kesimpulan investigasi, kecelakaan ditimbulkan oleh kelalaian mereka. Adli mengaku belum tahu apa penyebab kelalaian tersebut.
"Karena saya tidak ikut investigasi, jadi saya nggak tahu apa yang terjadi sebelum menabrak," tutur Adli. (khf/mad)











































