Melihat Keindahan Yuyuan Garden di Tengah Bangunan Futuristis Shanghai

Melihat Keindahan Yuyuan Garden di Tengah Bangunan Futuristis Shanghai

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Jumat, 25 Sep 2015 14:02 WIB
Foto: Ayunda W Savitri
Shanghai - Meski di pusat kota Shanghai yang modern, namun warisan budaya masa lalu tidak dilupakan atau tertelan oleh waktu begitu saja. Dari sekian banyak bangunan yang menjulang tinggi, terdapat sebuah taman bersejarah nan terawat bernama Yuyuan Garden.

Yuyuan Garden atau lebih dikenal dengan nama Yu Garden merupakan sebuah taman kuno yang berdiri di atas lahan jantung kota Shanghai seluas 20.000 meter persegi. Arsitektur bangunannya bernuansa oriental dengan bentuk atap melengkung ke atas dan membentuk sudut runcing. Terlihat warna merah dan emas mendominasi bagian bangunan atap tersebut.

Dengan keunikan desain dan arsitektur bangunan situs bersejarah itu yang berdiri kokoh di tengah hiruk pikuk gedung-gedung futuristis Kota Shanghai, tidak heran kalau Yu Garden mendapat gelar taman terbaik di daerah selatan daerah Tiongkok. Pemandu wisata mengatakan bahwa taman itu rampung dibangun pada tahun 1577 lalu oleh seorang gubernur dari Dinasti Ming Pan Yunduan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kala itu, Pan berniat menyediakan sebuah tempat peristirahatan yang nyaman untuk ayahnya menghabiskan masa tua. Oleh karenanya, dia pun membangun sebuah taman Yu, sayang sebelum bangunan ini selesai dibangun, sang ayah sudah terlebih dulu meninggal dunia.

Alhasil, Yu Garden berfungsi menjadi taman pribadi bagi Pan Yunduan untuk menghabiskan waktu senggangnya. Sepeninggal Pan Yunduan, taman tersebut diurus oleh suami dari cucunya cukup lama sebelum akhirnya mengalami kebangkrutan.

Saat Dinasti Qing berkuasa, taman ini dibeli oleh para saudagar kaya yang kemudian dialihkan fungsinya untuk pertemuan-pertemuan umum. Yu Garden juga pernah mengalami beberapa kali renovasi karena kerusakan yang cukup signifikan pada saat terjadinya perang Opium di abad ke-19.

Setelah renovasi di sejumlah tempat, Yu Garden kembali dibuka lagi untuk umum pada tahun 1961 dan dijadikan sebagai monumen nasional pada tahun 1982 lalu. Taman ini terbagi menjadi 6 area utama, yakni Sansu Hall, Wanhua Chamber, Dianchun Hall, Huijing Hall, Yahua Hall dan The Inner Garden.

Begitu masuk di dalam taman kita serasa berada di kehidupan Tiongkok kuno. Bangunan di taman ini didominasi bahan kayu dengan dinding tembok yang masih kokoh berdiri.

Sepengamatan detikcom, banyak bentuk pavilian, batu, pernak-pernik dan ukiran yang unik dan klasik. Setiap area di Yu Garden dipisahkan oleh sebuah 3 ukiran kepala naga dengan tubuh meliuk berwarna abu-abu di dinding sekatnya yang diberi nama Dragon Walls.

Ada berbagai ruangan di taman ini dengan beragam fungsi, seperti ruangan yang khusus untuk menerima dan menghibur tamu, ruang belajar, serta ruang untuk melangsungkan upacara pemberkatan. Furnitur di dalam setiap ruanganย  juga terbuat dari kayu.

Kursi-kursi, meja dan hiasan dindingnya tampak sangat antik. Bahkan ada kursi dan meja di salah satu ruangan yang terbuat dari akar kayu dan hingga kini masih terawat dengan baik.

Ketika berjalan menyusuri taman ini, terlihat juga susunan bebatuan karang yang konon menggambarkan berbagai bentuk binatang. Terdapat kolam luas yang dihiasi bunga teratai dan ratusan ikan emas.

Nah jika berdiri di jembatan yang membentang di tengah kolam, pengunjung diperbolehkan memberi makanan serta menepukkan tangan ke arah kolam hingga ikan-ikan tersebut mengumpul di satu tempat. Menariknya jika beruntung, pengunjung juga bisa mengelus ikan-ikan yang berebut makanan yang ditebarnya.

Foto: Ayunda/detikcom


Taman ini juga ditumbuhi aneka pepohonan dan bunga-bunga. Salah satu tamanan yang menjadi daya tarik adalah pohon Gingko Biloba yang berumur 200 tahun.

Wisatawan juga tidak perlu khawatir kesulitan membeli oleh-oleh atau makanan ringan di Yu Garden. Sebab, terdapat ratusan bahkan mungkin ribuan pedagang yang memadati area ini. Untuk menikmati suasana Yu Garden, setiap pengunjunga harus merogoh koceknya sebesar 40 yuan atau setara dengan Rp 90.852. (aws/slm)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads