Sensasi Kuliner Ekstrem di Beijing, Sate Bintang Laut dan Kalajengking

Laporan dari Beijing

Sensasi Kuliner Ekstrem di Beijing, Sate Bintang Laut dan Kalajengking

Dhani Irawan - detikNews
Jumat, 25 Sep 2015 13:07 WIB
Sensasi Kuliner Ekstrem di Beijing, Sate Bintang Laut dan Kalajengking
Foto: Dhani Irawan
Beijing - Didapuk sebagai ibu kota Negeri Tirai Bambu tak membuat Beijing menjadi kota metropolitan yang kaku. Banyak spot wisata yang seru dan menegangkan.

Salah satunya yaitu berada di Wangfujing Street yang dekat dengan Tiananmen Square dan Forbidden City yang terkenal itu. Jaraknya sekitar 2,5 km saja dari dua spot yang selalu ramai dengan wisatawan tersebut.

Saat berkesempatan mengunjungi Beijing atas undangan peluncuran produk HP pada 21-23 September 2015, detikcom sempat meluangkan waktu untuk menyambangi daerah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Wangfujing sendiri berada di daerah Dongcheng, Beijing. Posisinya yang berada di jantung kota tentunya memudahkan wisatawan untuk mencapai daerah itu.

Berangkat dari daerah Guomao, detikcom memilih moda transportasi subway Line 1. Melewati 4 stasiun hingga ke Stasiun Wangfujing, tiket yang perlu dibayar hanya 3 Yuan atau sekitar Rp Rp 7.800 untuk sekali jalan tanpa transit.

Wangfujing Street ternyata berupa jalanan lurus sepanjang kurang lebih 1.500 meter dengan kompleks pertokoan modern dan tradisional di kanan kirinya. Suasana ketika malam hari tampak sangat meriah dengan lampu-lampu cantik.

Jika memang hobi shopping maka pilihan menyambangi jalanan itu tentu sudah sangat pas. Apalagi jalanan itu memang ditutup bagi kendaraan bermotor sehingga wisatawan bisa bebas melenggang dari toko ke toko lainnya.

Namun di mana pasar yang menjual beragam kuliner ekstrem seperti sate kalajengking dan bintang laut? Ternyata posisinya agak tersembunyi di antara pertokoan megah.



Dengan sebuah gapura khas China berwarna merah, para penjual berjejer rapi di kanan kiri pasar tersebut. Ornamen warna merah dengan lampion-lampion cantik pun menyambut para wisatawan.

Para penjual langsung berteriak menjajakan kudapan ekstrem dengan gayanya masing-masing. Ada yang sambil menunjukkan sate kalajengking serta ada pula yang sambil bernyanyi.

Apabila dilihat dari jauh, pasar tersebut tak ubahnya seperti daerah Pasar Baru di Jakarta atau Pasar Semawis di Semarang. Namun ada yang berbeda dari kudapan yang dijajakan.

Sebagian besar penganan yang disajikan yaitu berupa sate. Namun sate yang satu ini bukanlah sate ayam atau sate kambing yang banyak dijumpai.

Yang paling menonjol yaitu sate kalajengking dan sate bintang laut. Tampak jajaran tusuk sate dengan ditancapkan pada sebongkah kol.



Pada satu batang lidi ada tiga ekor kalajengking. Dan kalajengking itu ternyata masih hidup! Tampak ekor serta kaki-kaki kalajengking itu masih bergerak tanda hewan tersebut masih hidup.

Tapi tenang saja. Kalau Anda berniat untuk membeli sate kalajengking itu, penjual akan menggoreng kalajengking itu di minyak panas hingga kering lalu disajikan.

Untuk harganya sendiri terbilang cukup mahal. Satu tusuk sate berisi 3 kalajengking kecil bisa ditebus dengan harga 25 Yuan atau sekitar Rp 57 ribu.

Sementara untuk bintang laut ada 2 ukuran yaitu ukuran kecil dengan harga 15 Yuan atau sekitar Rp 34 ribu dan ukuran besar yang dipatok harga 20 Yuan atau sekitar Rp 46 ribu.

Selain itu ada pula beberapa makanan ekstrem lain yang dijajakan seperti sate kumbang dan potongan babat yang disajikan layaknya mi dalam mangkok. Berani coba? (dhn/rvk)


Berita Terkait