Untuk itu, saat bertemu dengan rombongan BNP2TKI, Bupati Nunukan Drs H Basri bercerita masalah tersebut ke Kepala BNP2TKI Nusron Wahid.
"Warga kami banyak tidak punya KTP dari Malaysia lalu-lalang bekerja di Malaysia dan kami di sini suka tidak suka kena imbasnya. Lalu saat saya ke Malaysia saya melihat pekerja kita tinggal di satu barak ramai itu malu kaya kena tampar kita," ujar Basri kepada rombongan, di Nunukan, Jumat (25/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mau koreksi ke Imigrasi jangan sembarangan kasih paspor. Jangan orang pelawat dikasih padahal dia orang miskin dan tidak ada pekerjaan. Itu jadi pintu masuk bolak-balik dari Nunukan," terang Basri.
Basri juga mengatakan, pihaknya meminta bantuan pemerintah pusat terkait persoalan tersebut. Dirinya pun mengaku siap memfasilitasi pemerintah pusat khususnya BNP2TKI untuk mengurusi persoalan tersebut.
"Kami siap memfasilitasi Bapak dan membantu Bapak. Intinya bagaimana TKI ini kita rapikan. Kalau TKI bekali sebagai TKI yang dilengkapi administrasi. Kalau untuk kebutuhan medical check up para TKI kami juga sudah siap RS," terang Basri.
"Pokoknya dari hulu kita perbaiki dan hilirnya kita rapikan. Soalnya para pekerja di sana setahun saja sudah belagu sudah lupa negara sendiri," tegas Basri. (spt/slm)











































