"Kemarin Anda sudah dengar ya yang di Papua, ada indikasi TNI terlibat itu. Sedang kita selidiki, ada kecenderungan personel kita terlibat," ujar Mulyono usai acara pembaretan di Mako Kopassus, Cijantung, Jaktim, Jumat (25/9/2015).
Mulyono pun berjanji akan menindak tegas oknum-oknum TNI di bawah jajarannya yang menyalahi aturan. Apalagi sudah menyangkut tindakan pidana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembantaian sadis tersebut terjadi pada 25 Agustus lalu tak berapa lama suami korban yang merupakan Kepala Sekolah Dasar berangkat kerja. Selain dibunuh, pelaku juga disebut memperkosa korban yang tengah hamil.
Jajaran Polda Papua Barat pun bekerjasa sama dengan Denpom Kodam 17 Cenderawasih dalam menyelidiki kasus ini. Seorang pelaku dengan inisial ST disebut merupakan oknum TNI dan sudah diserahkan ke pihak Denpom.
Peristiwa ini mengundang kemarahan warga Teluk Bintuni karena pembantaian satu keluarga itu terbilang sadis. KSAD pun berjanji akan memproses kasus ini hingga tuntas.
"Saya sudah komitmen bahwa kalau ada TNI yang terlibat seperti itu kita akan proses," tutup jenderal bintang 4 itu. (elz/rvk)











































