Presiden Jokowi Perintahkan Zeni TNI AD untuk Tangani Kebakaran Hutan

Presiden Jokowi Perintahkan Zeni TNI AD untuk Tangani Kebakaran Hutan

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 25 Sep 2015 11:11 WIB
Presiden Jokowi Perintahkan Zeni TNI AD untuk Tangani Kebakaran Hutan
Foto: dok.twitter (Pramono Anung)
Jakarta - Darurat asap masih terjadi di musim kemarau saat ini dan perlu penanganan maksimal. Presiden Joko Widodo memerintahkan Direktorat Zeni Angkatan Darat untuk menangani kebakaran hutan.

"(Diputuskan) Zeni TNI yang akan menangani. Nanti dikoordinasikan oleh Panglima TNI untuk pelaksanaannya," ujar Seskab Pramono Anung saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2015).

Keputusan untuk memberikan tugas kepada Zeni diambil saat kunjungan kerja Jokowi ke Pulang Pisau, Kalimantan Tengah kemarin (24/9). Saat itu Jokowi langsung menggelar rapat di area kebakaran hutan bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Menteri LHK Siti Nurbaya, Kepala BNPB Willem Rampangilei, dan Seskab Pramono Anung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum rapat tersebut, Jokowi dan rombongan sudah memantau kebakaran hutan di Kalimantan Selatan. Melihat banyaknya titik api dan perlu penanganan khusus, maka diputuskan untuk penanganan secara komprehensif.

"Kebakaran di wilayah Kalimantan Tengah karena dilihat salah satu permasalahan yang paling utama adalah ketersediaan air di lokasi yang sangat kurang. Karena di beberapa daerah yang airnya baik karena ada kanalnya, maka diputuskan untuk BNPB bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk hal tersebut," tutur Pramono.

Selain itu dalam waktu dekat Jokowi juga akan memanggil para ahli di bidang gambut, drainase, dan kesuburan lahan yang dikoordinasikan oleh Menteri LHK. Semua keputusan langsung diambil di lapangan setelah melihat fakta-fakta secara langsung yang tak sekedar laporan di atas kertas.

"Kenapa di lapangan diambil keputusan itu? Karena sewaktu melihat kondisi di lapangan perlu langsung mengambil sikap untuk hasil tersebut," kata Pramono.

(bpn/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads