Busyaiyah bekerja di kantor Gubernur Kalimantan Barat sebagai staf fungsional umum Biro Perekonomian dan Pembangunan. Ia berangkat haji melalui embarkasi Batam kloter 14 pada 6 September 2015 bersama suami, Abdul Wahab, pensiunan inspektorat Provinsi Kalimantan Barat.
"Saya terima Whatsapp terakhir pada 22 september, dia mengabari akan persiapan pergi wukuf. Komunikasi selama beliau berhaji lancar, banyak sekali dia ceritakan selama di Mekkah," kata Wahyuniarti, teman sekantor Busyaiyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah duka Busyaiyah (Foto: Adi Saputro/detikcom) |
Baca juga: Begini Gambaran Tragedi Mina yang Tewaskan 717 Jemaah Haji
Busyaiyah memiliki anak tiga anak. Saat ini keluarga masih menunggu kabar kepastian dari Kementerian Agama. Keluarga baru mendapat informasi dari telepon di Mekkah.
"Saat Idul Adha, ibu telepon, tapi saya tidak mengangkat telepon karena sedang ibadah salat Id. Saya telepon balik ke ibu, tidak diangkat," kata Susanti (32), anak pertama ibu Busyaiyah.
Susanti terus berlinang air mata. Ia mengingat pesan ibunya untuk baik-baik menjaga keluarga masing-masing.
Berdasarkan data Kemenag dan Kemlu, Busyaiyah ditulis Syaisiyah Syahril Abdul Gafar. Berikut data lengkap nama korban jemaah Indonesia hingga hari ini:
1. Hamid Atwitarji (Laki-laki / Surabaya)
Nomor Paspor: B1467965
Kloter: SUB 48 Maktab 02
Alamat: Dusun Timur 2 RT 019 RW 004, Kelurahan Muneng Kidul, Kecamatan Sumber Asih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur
2. Syaisiyah Syahril Abdul Gafar (Perempuan / Batam)
Nomor Paspor: A2708446
Kloter: BTH 14 Maktab 01
Alamat: -
3. Jemaah laki-laki yang belum diketahui identitasnya. Asal Probolinggo. Diketahui pula dari Safari Travel.
(try/try)












































Rumah duka Busyaiyah (Foto: Adi Saputro/detikcom)