Tragedi pada Kamis (24/9) ini yang terburuk selama 25 tahun. Saat itu pukul 07.30 waktu setempat, matahari sudah mulai menyengat. Panas, suhu sudah mencapai 43 derajat celcius.
Di jalan 204, di dekat persimpangan dengan jalan nomor 223 Mina, ribuan jemaah menumpuk. Saling dorong dan berdesakan. Jemaah tumbang, dan terinjak-injak. Hingga pagi ini, Jumat (25/9/2015) ada tiga jamaah Indonesia meninggal dunia dan satu luka dan menjalani perawatan. Sebagian besar korban, jemaah haji asal Iran, Yaman, dan sejumlah negara Afrika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Begini Gambaran Tragedi Mina yang Tewaskan 717 Jemaah Haji
"Saat ini KPHI terus melakukan pengawasan dan pemantauan langsung terhadap proses pelaksanaan ibadah haji di tanah suci, khususnya untuk kepentingan terbaik bagi jemaah haji Indonesia," jelas Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) Ketua KPHI Slamet Effendy Yusuf, Jumat (25/9/2015).
Sementara menurut Ikhsan Abdullah yang juga Direktur Halal Watch, pemerintah RI bersama negara lain harus mendesak kerajaan Saudi untuk melakukan tata kelola secara modern serta pembenahan secara total.
"Jangan sampai karena tata kelola haji menjadi buruk. Tata kelola haji adalah milik umat Islam, bukan Saudi saja," tutur Ikhsan yang juga mahasiswa doktoral Universitas Jember.
(dra/dra)











































