"Saya selaku Amirul Haj mengimbau jamaah menaati jadwal (melontar jumrah), yaitu pada pagi setelah Subuh atau sore mendekati Maghrib," kata Menag di Mina sebagaimana diunggah dalam website resmi Kemenag, Jumat (25/9/2015).
Selain bertujuan untuk pengaturan arus, penjadwalan lempar jumroh juga dilakukan guna mengantisipasi suhu panas di Mina. PPIH tidak ingin jemaah asal Indonesia terkena dehidrasi saat berjalan menuju Jamarat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab saat itu adalah waktu di mana jamaah ramai-ramai pergi ke Jamarat untuk melontar jumrah," kata Arsyad.
"Untuk tanggal 11 dan 12 Dhulhijjah, jamaah haji Indonesia diimbau untuk tidak melontar jumrah mulai Pukul 13.00 β 16.00, yakni pada sore hari selepas Ashar hingga menjelang Maghrib," tegasnya.
Dalam tragedi di Mina kemarin, tiga jemaah haji asal Indonesia turut menjadi korban. Kemenag menduga, ketiga jemaah itu tersesat di Jalan 204 saat akan menuju Jamarat, mengingat Jalan 204 bukanlah jalan yang lazim dilewati jemaah asal Indonesia.
(Hbb/bal)










































