Perbarui MoU dengan Jabar, South Australia Ingin Jadi Gerbang Utama ke Asia

Jelajah Australia

Perbarui MoU dengan Jabar, South Australia Ingin Jadi Gerbang Utama ke Asia

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Jumat, 25 Sep 2015 06:11 WIB
Perbarui MoU dengan Jabar, South Australia Ingin Jadi Gerbang Utama ke Asia
Foto: Nograhany Widhi K/Detikcom
Adelaide - Provinsi Jawa Barat dan Negara Bagian South Australia memperbarui Memorandum of Understanding (MoU) dalam kerja sama sister province. South Australia ingin dekat dengan Indonesia dan jadi gerbang utama ke Asia.

"Indonesia adalah teman, kami ingin hubungan dekat dengan Indonesia, untuk itu kami menyambut Pak Deddy Mizwar datang ke sini, untuk menguatkan hubungan sister state antara Australia Selatan dan Jawa Barat.

MoU Jabar dan Australia

Caranya membangun pengertian di antara kedua provinsi, dengan pendekatan budaya, itu sangat penting" tutur Premier (setaraf gubernur-red) South Australia, Jay Weatherill. Jay mengatakan hal itu kala diwawancara jurnalis Indonesia, termasuk detikcom, yang diundang Australia Plus ABC International, di sela OzAsia Festival, di Adelaide Festival Centre's, Adelaide, South Australia, Kamis
(24/9/2015) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jay memaparkan, kerja sama dengan Jawa Barat yang diteken MoU nya adalah untuk beberapa sektor, selain budaya dan pariwisata, juga ada sektor kesehatan, hasil laut, pertanian, pendidikan internasional.

"Banyak kemungkinan untuk bisa digali lagi peluang kerjasama, dan saya tahu Jawa Barat sangat berambisi dengan sektor industri budayanya, dan kami bisa membantu dan membagi gairah yang sama dengan apa yang sudah kami lalui, seperti Anda lihat pada gedung kesenian ini yang kami bangun sejak 1973," tutur Jay yang pernah mengunjungi dan mengagumi taman laut Bunaken di Manado, Sulut ini.

Apakah dengan MoU dengan Jawa Barat dan penyelenggaraan dan OzAsia Festival, festival terbesar tentang Asia di South Australia, ini South Australia ingin  jadi gerbang utama ke Asia?

"Tentu. Kami punya logo dengan pintu terbuka, dan kami terbuka pada pelajar, wisatawan, investor, pedagang, dan sebagainya. Pintu itu terbuka dari dua arah. Kami ingin warga kami datang ke Indonesia, kami ingin orang Indonesia datang ke Australia Selatan. dan kami sangat  serius mengurus hubungan kami dengan Indonesia, utamanya Jawa Barat," jawab dia.

Di tempat yang sama, Wagub Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, kerja sama sister province antara Jawa Barat dan South Australia sudah ada sejak tahun 1997.

"Dan tahun ini kita implementasikan lebih baik lagi. Kami datang kemari menandatangani kerjasama sister province dengan Australia Selatan," tutur Deddy.  

Deddy menambahkan, niat utamanya adalah bagaimana kerjasama sister province antara Jawa Barat dan South Australia di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, sosial-budaya, pariwisata, olahraga serta kepemerintahan.

Dalam OzAsia Festival sendiri, Deddy mengungkapkan ada 41 seniman Jawa Barat yang berpartisipasi. "Jawa Barat dengan SambaSunda dan Hoong (komunitas yang melestarikan permainan tradisional Indonesia dari Bandung-red), dari Jawa Barat 41 orang. Saya kira ini salah satu muhibah terbesar untuk Jawa Barat disamping dari Ternate dan sebagainya," kata dia.

MoU sendiri diteken di salah satu gedung teater dalam venue OzAsia Festival oleh Deddy Mizwar dan Jay Weatherill  pada Kamis malam disaksikan warga South Australia pengunjung OzAsia Festival.

Sebelum MoU, ada Samba Sunda, kelompok gamelan Sunda pimpinan seniman Ismet Ruchimat yang menampilkan musik gamelan Sunda, yang juga diiringi gamelan Bali, dengan nyanyian seorang pesinden yang melengking dipadu dengan beberapa gerakan dalam tarian Jaipong yang mendapat aplaus dari audience.
pertunjukan seni Indonesia di Australia
(nwk/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads