Hutan yang terbakar pertama di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) di Desa Ngablak, Srumbung, Kab. Magelang Jawa Tengah seluas 39 hektar. Hutan itu kembali terbakar pada Rabu (23/9) pukul 18.30 WIB.
Sebanyak 275 personil gabungan dari BPBD, TNI, Polri, TNGM, relawan dan masyarakat dikerahkan memadamkan api. Namun belum dapat dipadamkan karena medannya berat dan api masih mengarah ke utara puncak Gunung Merapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebakaran juga terjadi di hutan lindung Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara pada Rabu (23/9) pukul 16.45 WITA. Hingga hari ini belum dapat dipadamkan. Api justru meluas ke puncak gunung. Upaya pemadaman dari tim gabungan masih dilakukan.
Lokasi berikutnya, kebakaran hutan dan lahan di Gunung Sindoro, Kab. Wonosobo Jawa Tengah. Pemadaman dan proses pendinginan masih dilakukan oleh tim gabungan. Kebakaran yang terjadi sejak Selasa (22/9) pukul 20.00 WIB itu telah menyebabkan sekitar 237 hektar hutan dan lahan terbakar.
Kebakaran di RPH Sigedang terjadi di Petak 16e, 16i, dan 18c dengan luas 210 hektar. Sedangkan di RPH Anggrunggondok membakar Petak 19i dan 21 seluas 67 hektar. Sebagian api di Petak 55 belum dapat dipadamkan.
Kebakaran juga terjadi di Kawasan Perhutani seluas 25 hektar di Gunung Wilis, Kab. Kediri Jatim. Hutan itu terbakar sejak Senin (21/9) pukul 18.00 WIB. Sebanyak 50 personil gabungan memadamkan dan membuat sekat batas.
"Sedangkan hutan di lereng Gunung Arjuna di Blok Sumber Kuning, Kec. Prigen, Kab. Pasuruan Jatim terbakar sejak Selasa (22/9) pukul 08.00 WIB. 34 personil dari 2 tim dikerahkan memadamkan api," ucap Sutopo.
(bal/faj)











































