Pontianak, -
Ribuan umat Islam di Pontianak, Kalimantan Barat, melaksanakan sholat Idul Adha 10 Djulhijah 1436 H di jalan Rahadi Usman depan Alun-Alun Kapuas, Kamis (24/9/2015), meski kabut asap pekat masih menyelimuti udara kota Pontianak. Bahkan indeks pencemaran udara masuk di level sangat berbahaya dengan jarak pandang 20-50 meter.
Jamaah harus menggunakan masker saat melaksanakan salat yang dibagikan gratis oleh Panitia Hari Besar Islam. Usai melaksanakan salat Ied yang dipimpin imam dan khatib Harjani Hefni, jamaah langsung meninggalkan jalan Rahadi Usman untuk merayakan lebaran qurban bersama keluarga.
Namun saat meninggalkan lokasi salat Ied, jama'ah tidak membawa pulang kembali kertas koran yang digunakan alas salat. Akibatnya, jalan Rahadi Usman yang sempat ditutup jadi 'lautan' kertas koran yang berserakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puluhan pekerja kebersihan dikerahkan untuk mengumpulkan dan membawa kertas koran ini ke truk sampah. Meski saat lebaran, para pekerja lepas kebersihan ini tetap semangat membersihkan sampah koran yang tadinya jadi alas salat.
"Pekerjaan saya memang ini, untuk hari ini upah membersihkan koran Rp 70.000. Saya tidak sendiri, ada puluhan orang yang bertugas hari ini," kata Syakirin saat ditemui ketika sibuk menyapu lembaran tumpukan koran.
(faj/faj)